Aniaya LDL, Empat Pemuda Ranowangko Dipolisikan
Connect with us

Hukrim

Aniaya LDL, Empat Pemuda Ranowangko Dipolisikan

Published

on

KlikTOMOHON – Seorang siswa sekolah tingkat atas ternama di Tanawangko, LDL, terpaksa harus melaporkan dugaan aksi penganiayaan di depan umum yang dialaminya di Jalan Raya Desa Ranowangko, Tombariri, Minahasa, ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tombariri, pada Senin (21/1/2019) kemarin.

Sebagaimana laporan yang diterima Polsek Tombariri, sekira pukul 15.00 Wita, LDL, yang adalah warga Desa Sarani Matani mengaku telah dianiaya secara bersama-sama oleh empat orang lelaki.


Menurut keterangan korban di Polsek Tombariri, kejadian tersebut bermula saat korban dalam perjalanan dari sekolah menuju rumah. Saat berada tepat di depan Rumah Pangkas Rambut Madura, tanpa disangka dia langsung dicegat empat pemuda. Tanpa tanya, empat pemuda ini pun langsung menyerang LDL secara bersamaan.


Setelah dianiaya, LDL merasa pusing dan bersandar di dinding jembatan. Kebetulan seorang guru bernama W melewati jalan tersebut, dan langsung mengajaknya menuju Polsek untuk melaporkan kejadian itu. Akibat dari penganiayaan secara bersama sama oleh empat pemuda, korban merasa nyeri di wajah, memar di kepala bagian belakang, tangan dan perut.


Sementara itu, menurut keterangan teman korban yang sempat melihat kejadian tersebut, empat pemuda yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut berinisial AP, CL, GP, dan seorang pemuda yang belum tahu namanya. Mereka beralamatkan Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri.


Adapun Kapolsek Tombariri Iptu Jante A Untu membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan penganiayaan secara bersama-sama. “Piket Reskrim langsung ke tempat kejadian dan keempat terduga sudah melarikan diri. Kami telah mengantongi identitas para terduga dan akan menjemput secepatnya untuk proses lanjut,” terang Kapolsek.


(Vikni Samadi)

Advertisement

Trending