Lagi, Angkot dan Taksi di Jawa Tengah Unjuk Rasa Hari Ini
Connect with us

Humaniora

Lagi, Angkot dan Taksi di Jawa Tengah Unjuk Rasa Hari Ini

Published

on

Angkot

KlikJAKARTA – Seluruh angkutan dalam kota (angkot) di Magelang berencana menggelar aksi mogok operasi, pada Senin (4/12/2017) hari ini, sebagai bentuk penolakan atas keberadaan angkutan online di wilayah tersebut.

 

Ketua Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam) Darsono menjelaskan bahwa aksi ini adalah kesepakatan bersama angkot di Magelang bersama Organda Kabupaten Magelang, dalam rapat yang digelar Jumat (1/12/2017) lalu.

 

Darsono mengatakan, unjuk rasa juga akan digelar Forum Komunikasi Angkutan Umum (FKAU) Jawa Tengah, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. Forkam, kata dia, juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti aksi damai tersebut.

 

“Kami sepakat Senin baik angkutan jalur 1 sampai 12, dan awak taksi juga mogok. Aksi ini juga sebagai aksi solidaritas yang akan dilakukan oleh FKAU Jateng di Gubernuran, Semarang,” kata Darsono.

 

Menurut dia, aksi mogok ini dilakukan kembali untuk mengkritisi keberadaan angkutan online yang semakin merugikan sopir angkot. Pihaknya tetap menentang keberadaan angkutan berbasis aplikasi itu.

 

“Rencana dari angkutan umum ada 10 orang dan dari awak taksi juga 10 orang berangkat ke Semarang. Semuanya nanti bersuara sama dengan FKAU Jateng menentang keberadaan angkutan online,” tegas Darsono.

 

Meski demikian, dia mengaku, pihaknya tidak akan melakukan sweeping terhadap angkot maupun taksi yang tetap akan beroperasi, agar kondusifitas di antara sesama pengemudi dan kemananan Kota Magelang tetap terjaga.

 

“Memang kami tidak bisa memaksakan seluruh pengemudi untuk mengikuti mogok. Kami serahkan kepada anggota apakah sepakat tidak beroperasi atau tetap, yang jelas tidak ada sweeping dari kami,” papar Darsono.

 

Sementara itu, Kasat Lalu Lintas Polres Magelang Kota AKP Marwanto menuturkan, pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan instansi terkait setempat untuk mengantisipasi dampak aksi ini.

 

Enam unit mobil untuk melayani masyarakat, terutama anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah akan diturunkan. Dia juga meminta pihak sekolah bisa bijaksana saat ada anak-anak didiknya terlambat karena adanya aksi mogok ini.

 

(Tim)

Advertisement

Trending