Hingga Dini Hari, Total 9 Kali Gempa Guncang Ambon
Connect with us

Headline

Hingga Dini Hari, Total 9 Kali Gempa Guncang Ambon

Published

on

9 Kali

KlikAMBON – Gempa kembali terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya pada Rabu (1/11/2017) dini hari tadi, pukul 01.56 WIB, sekaligus menambah panjang rentetan gempa yang mengguncang wilayah tersebut, sejak malam kemarin.

 

Berdasarkan data BMKG, gempa pada dini hari tersebut berkekuatan 4,2 SR dengan pusat gempa di laut, pada kedalaman 10 kilometer di 43 km Barat Ambon. Syukurlah gempa yang terjadi saat masyarakat terlelap itu dirasakan lemah.

 

Dengan demikian, sejak Selasa (31/10/2017) kemarin hingga subuh tadi telah terjadi sembilan kali gempa di wilayah Ambon dan sekitarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, lima kali gempa berkekuatan sedang hingga kuat terjadi di kota Pattimura tersebut dalam waktu lebih dari satu jam.

 

gempa pertama berkekuatan 5,7 SR dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 10 kilometer pada 50 kilometer Baratdaya Kota Ambon pada pukul 18.31 WIB.

 

Gempa kedua berkekuatan 5,6 SR, dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 40 kilometer pada 47 kilometer Baratdaya Kota Ambon terjadi beberapa detik sesudah gempa pertama.

 

Gempa ketiga dengan kekuatan 6.2 SR berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer pada 38 kilometer Baratdaya Kota Ambon, pukul 18.50 WIB.

 

Selang 9 menit kemudian, gempa keempat terjadi dengan kekuatan 5,2 SR pada kedalaman 17 kilometer di 45 kilometer Baratdaya Kota Ambon. Selanjutnya gempa kelima berkekuatan 5,6 SR pada kedalaman 10 kilometer di 37 baratdaya Ambon. Meski demikian, gempa yang berada pada lokasi yang sama itu tidak berpotensi tsunami.

 

Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa kepada BPBD Provinsi Maluku. Gempa dirasakan keras selama sekitar 10 detik.

 

Gempa pertama dengan kekuatan 5,7 SR berlangsung sekitar 10 detik. Masyarakat merasakan guncangan keras secara mengayun. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah dan bangunan.

 

Sebagian masyarakat yang sedang berdoa di gereja langsung berhamburanb keluar gereja. Begitu juga dengan yang berada di rumah dan pertokoan, semua berhamburan keluar. Intensitas gempa dirasakan pada gempa 5,7 SR adalah IV-V MMI di Ambo, III di Namle, dan II di Saumlaki.

 

Gempa kedua 5,6 SR drasakan sedang karena pusat gempa lebih dalam. Tidak seperti gempa yang pertama. Intensitas gempa dirasakan III MMI di Kota Ambon.

 

Selang 16 menit kemudian terjadi gempa ketiga dengan kekuatan 6,2 SR. Guncangan gempa dirasakan lebih keras dengan pola mengayun selama lebih dari 10 detik.

 

Masyarakat merasakan guncangan lebih lama dan lebih keras daripada gempa pertama dan kedua. Intensitas gempa dirasakan V-VI MMI. Kemudian gempa keempat dirasakan sedang. Gempa kelima dirasakan cukup keras selama 5 detik.

 

Hingga pukul 19.20 WIB, masyarakat masih berada di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan. Belum ada laporan korban jiwa dan jumlah pasti kerusakan bangunan.

 

Sementara BPBD Kota Ambon dan BPBD Provinsi Maluku masih melakukan pendataan. Sebab, intensitas gempa hingga VI MII itu diperkirakan ada kerusakan bangunan, khususnya bangunan yang kontruksinya tidak tahan gempa.

 

65 menit kemudian, gempa terjadi lagi dengan kekuatan 4,4 SR, yang berpusat di laut 49 kilometer Barat Ambon. Setelah itu, gempa berkekuatan 4,2 SR dirasakan warga cukup pelan, pada pukul 21.55 WIB. Kali ini, pusat gempa berada di laut 53 kilometer Timur Ambalau, pada kedalaman 10 kilometer.

 

Pukul 23.47 WIB, gempa kedelapan terjadi, dengan kekuatan 4,6 SR. Pusat gempa berada di laut 40 kilometer Barat Ambon, dengan kedalaman 10 kilometer. Kekuatan gempa dirasakan cukup lemah oleh masyarakat.

 

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. “Jangan terpancing isu adanya tsunami. Masyarakat diimbau tetap di luar rumah dan bangunan. Cari tempat yang aman. Kondisi listrik tetap menyala di Kota Ambon. Komunikasi telpon masih normal. Informasi akan diberikan lebih lanjut setelah menerima laporan dari BPBD,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

[irp posts=”2895″ name=”Longsor di Rancabali, 1 Keluarga Tewas”]

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending