Alumni SMPN 4 Peduli, Bantu Member Kanker Payudara
Connect with us

Manado

Alumni SMPN 4 Peduli, Bantu Member Kanker Payudara

Published

on

Perwakilan Alumni SMPN Empat Manado angkatan 1981-1984 saat mengunjungi member yang mengidap kanker payudara

KlikMANADO- Gerakan peduli sosial Alumni SMP Negeri Empat Manado angkatan 81-84 kembali digelar. Kali ini komunitas parobaya yang rata-rata berusia 50-an ini membantu salah satu member atas nama AK (50-an) yang oleh dokter didiagnosa mengidap penyakit kanker payudara stadium empat Kamis, (27/05/2021) di RSUP Prof Kandouw Manado.

Pasca menerima kabar dari keluarga, dimotori Mona Piring, Alit, Sandra Werot, Jolly Sumajow dan Adri Walintukan (aumni Jakarta) bersama alumni Wilayah Manado, alumni yang getol bergerak dibidang sosial ini langsung menggalang dana diantara member alumni dan kemudian terkumpul Rp.3.7 juta.
Dana yang terkumpul kemudian diserahkan oleh perwakilan alumni Manado yang diwakili oleh Budi Priyantoro, Daysie Tiwa, Winfried Pangemanan, Heru Lapian dan Rubby Worek.

Perwakilan alumni bersama pasien dan keluarga

Selain menyerahkan uang tunai, alumni juga mendoakan pasien sesuai dengan keyakinannya.
“Kami berharap apa yang sudah dilakukan ini, boleh meringankan beban keluarga baik biaya rumah sakit maupun beban psikhis, disertai harapan akan kesembuhan teman kami AK,” tukas Daysie Tiwa.
Terpisah, Mona Piring, berharap akan kesembuhan dari AK.
“Kita doakan yang terbaik bagi teman kita, sesuai dengan kehendak Allah SWT,” tukas Mona melalui pesan WA.

Sementara itu keluarga AK, mengaku berterima kasih atas kepedulian alumni untuk membantu.
“Titip salam hormat kepada seluruh alumni, yang di Jakarta dan dimanapun, sampaikan terima kasih dan doa tulus semoga Tuhan membalas dengan berkat melimpah ” ujar suami Anita diaminkan adik-adik AK.

Diketahui, alumni SMPN Empat angkatan 81-84 ini, beberapa waktu yang lalu secara berkala membantu sejumlah Panti Asuhan yang ada di Manado dan Panti Tuna Grahita di Tomohon.
Kegiatan sosial yang menjadi program utama komunitas ini terhenti karena adanya pandemic Covid-19.
“Dengan semakin menurunnya grafik pandemic Covid-19 ini, kami berusaha semakin intens untuk melakukan bakti sosial seperti ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Budi Priantoro. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending