Banyak yang Terjerat OTT KPK, Ini Rata-Rata Alasan Seseorang Ingin Jadi Kepala Daerah
Connect with us

Hukrim

Banyak Terjerat OTT KPK, Ini Alasan Seseorang Ingin Jadi Kepala Daerah

Published

on

Pertarungan Ideologis

KlikMANADO – Dalam sebulan terakhir ini, cukup banyak kepala daerah yang harus menjadi tersangka kasus dugaan korupsi maupun suap, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa bisa banyak kepala daerah justru terjerembab dalam kasus itu. Padahal, saat mencalonkan diri, janji politik yang disampaikan selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat.

 

KlikNews pun mencoba mencari tahu alasan sebenarnya yang membuat seseorang termotivasi untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

 

Berikut jawaban yang disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando, yang juga dikenal sebagai pengamat politik.

 

Dia berpendapat, ada enam alasan yang membuat seseorang berminat menjadi kepala daerah. Yang pertama adalah mtivasi status sosial.

 

“Orang yang menjabat kepala daerah menduduki hierarki sosial yang tinggi. Dia akan dihormati, dipuja dan dipuji oleh banyak orang,” ujarnya.

 

Alasan kedua, lanjut dia, dipengaruhi motivasi kekuasaan. “Dengan kekuasaan yang melekat kepadanya, dia bisa melakukan apa saja. Ingin keluar negeri kapan saja, memecat pegawai kapan dia mau, dan memilih orang yang dia senangi untuk diangkat pada jabatan tertentu,” terangnya.

 

Alasan ketiga adalah motivasi fasilitas negara. Menurut dia, sebagai kepala daerah seseorang bisa mendapat mobil mewah, tunjangan pendapatan yang melimpah, dapat rumah dinas dan perabotan-perabotan mewah, dapat pengawalan ajudan, dapat pengawalan patwal di jalan meski macet, bisa menerobos lampu merah dan dapat tempat duduk di depan meski datang terlambat.

 

Alasan berikutnya, motivasi ekonomi. Menjabat kepala daerah akan berpotensi menjadikan dia kaya. Meski tidak korupsi, dia akan tetap kaya karena pendapatannya datang dari segala arah.

 

Selanjutnya, banyak pengusaha ingin menduduki jabatan prestisius ini bermotif memperkuat usahanya. Caranya, dengan mempengaruhi kebijakan-kebijakan Pemerintah yang bisa menguntungkan bisnis dan usahanya.

 

Terakhir, dia mengatakan, ada juga yang memiliki motivasi untuk membangun daerah. “Meski populasinya sedikit, ada juga yang bermotivasi untuk membangun daerahnya,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, adanya kepala daerah maupun pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi dipengaruhi motivasi memperkaya diri.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending