Aksi Penyemprotan Disinfektan FKDM Kota Manado di Masjid-Gereja Sukses
Connect with us

Manado

Aksi Penyemprotan Disinfektan FKDM Kota Manado di Masjid-Gereja Sukses

Published

on

FKDM Kota Manado Disinvektan Masjid dan Gereja
Foto bersama. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado bekerja sama dengan PMI Sulawesi Utara melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah masjid dan gereja di Kota Manado, pada Sabtu (17/7/2021).

Menurut pengurus FKDM Kota Manado Arraodah H Jan dan Sakti Kader, penyemprotan disinfektan yang sukses digelar di tujuh masjid dan satu panti asuhan di Kecamatan Tuminting itu berlangsung sukses.

“Kegiatan disinfektan sempat ragu dilakukan, lantaran badai disertai hujan Jumat sebelumnya. Alhamdulillah. Puji Tuhan kegiatan kami direstui, karena cuaca cerah,” kata Sakti Kader.

Penyemprotan pertama menyasar Masjid Awwal Fathul Mubin Kelurahan Islam. Di situ, pengurus dan tim penyemprot disambut Ketua Badan Tamirul Masjid Awwal Fathul Mubien (BTM) Abdullah Dien.

Terpantau aksi tersebut menggunakan alat penyemprotan berbentuk mesin. Tidak manual seperti biasanya. Sehingga semua sudut ruangan bisa terjangkau dalam waktu cepat.

Ketua FKDM Manado Edwin Moniaga menambahkan, pihaknya sengaja memprioritaskan masjid sebagai titik penyemprotan. Sebab umat Muslim akan melaksanakan salat Idul Adha dalam waktu dekat.

FKDM Kota Manado Disinvektan Masjid
Penyemprotan Disinfektan di Masjid Awwal Fathul Mubin. (Sumber Foto: Istimewa)

“Jadi kami ingin menjalankan protokol Kesehatan sesuai anjuran Kemenkes, maka FKDM Bersama PMI Sulut melakukan disinfektan di masjid dan gereja,” kata Moniaga.

Pengurus baru FKDM yang sempat ikut di antaranya Ketua FKDM Edwin Moniaga, Wakil Ketua FKDM Letkol (purn) Sonya Gontung, Sugiat Kantiadhago, Sakti Kader, Araodah Hasan Jan, Donald Toloh, Niko Langi, James Sela, Jenry Sualang, Aswin Lumintang, Telly Kapoh dan Idam Malewa. Selain FKDM Manado, mitra dari Badan Kesbangpol diwakili Kabid Kesbangpol Fadly Kasim.

FKDM kelihatan berwibawa dengan seragam kemeja putih lengan pendek. Di dada kiri kelihatan tulisan FKDM Manado. Di lengah kiri atas melekat logo FKDM warna merah garis kuning tipis.

Adapun pengurus masjid Khairul Bariyyah mengapresiasi aksi tersebut. “Masjid kami jamaah ratusan jumlahnya. Ada juga jamaah dari kampung sebelah dari Kelurahan Tuminting,” kata pengurus masjid.

Rute berikutnya rombongan FKDM disertai PMI menuju Gereja GMIM Torsina Tumumpa, di Kelurahan Maasing lingkungan 1. Di gereja yang diketuai Pdt Markus RL Tambun MTh, dua petugas PMI Sulut menyemprot ruangan utama dan aula gereja.

Penatua Sugiat Kantiadhago menuntun petugas. Kebetulan Sugiat pengurus GMIM Torsina. “Para jemaat senang, karena gereja kami akan melakukan acara HUT gereja Minggu 18 Juli. Atas nama pengurus ada salam ucapan terima kasih kepada FKDM,” ujar Sugiat.

Setelah itu, rombongan FKDM dan PMI Sulut menuju ke Gereja GMIM Getsemani Kelurahan Bailang. Seorang pengurus gereja ikut mendampingi aksi penyemprotan. Gereja yang diketuai Pdt Elisabeth Mangantar Sandana STh terletak di samping sekolah MTs Negeri 1 Manado dan Ponpes Asssalam Manado.

Aksi kemanusiaan terus berlanjut. Pengurus FKDM masih bersemangat. Meski sudah dua jam kegiatan yang dapat apresiasi para pimpinan masjid dan gereja berjalan.

Sekira pukul 15.15, rombongan menuju ke Panti Asuhan dan Masjid Arrahmah Kelurahan Islam. Kebetulan lokasinya sama. Selain menyemprot ruang belajar dan kamar anak panti, tiga petugas dengan pakaian pelindung dan masker menyemprot masjid.

Aksi penyemprotan berakhir di Masjid Alhidayah Maasing. Di Alhidayah disambut pengurus BTM Alhidayah Bahrin Gani dan Raden. Di situ para remaja dan pengurus BTM sedang menyiapkan bangsal untuk sholat idul Qurba, yang jatuh pada Selasa 20 Juli.

Sebelum ke masjid di Maasing, tim sempat mampir menyemprot di Masjid Baitul Makmur Kelurahan Mahawu lingkungan 1.

“Aksi kami akan lanjut Senin 21 Juli. Lokasi di Kecamatan Tikala. Target Masjid Ahmad Yani dan 9 masjid di Tikala dan gereja,” kata Moniaga.

“Kami hanya bertugas dibatasi oleh protap sampai pukul 16.00,” kata Kiky dari PMI Sulut.

Untuk aksi penyemprotan Sabtu pekan lalu, PMI membawa dua tong sedang dan satu tong besar. Kapasitas cairan sekira 1.000 liter.

“Kami gunakan bahan dan alat yang baru dari PMI pusat. Kami sebelumnya sudah menyemprot markas polda dan lain,” katanya.

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending