Ahmadiyah, Agama atau Penghayat Kepercayaan?
Connect with us

Headline

Ahmadiyah, Agama atau Penghayat Kepercayaan?

Published

on

Ahmadiyah

KlikJAKARTA – Keberadaan Ahmadiyah masih menuai penolakan di masyarakat. Pasalnya, Ahmadiyah dinilai bukan termasuk dalam Islam. Lantas, apakah Ahmadiyah masuk kategori penghayat kepercayaan?

 

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, Ahmadiyah belum masuk bagian penghayat kepercayaan. “Ahmadiyah itu bukan bagian dari penghayat kepercayaan,” ujar Zudan di Bandung, Senin (13/11/2017).

 

Meski demikian, dikutip dari Sindonews, Zudan menegaskan pihaknya pun tak bisa menyebut Ahmadiyah bagian dari Agama. Karena keberadaannya belum diakui secara resmi oleh negara, sebagai salah satu aliran agama.

 

Dia menambahkan, saat ini ada 187 organisasi penghayat kepercayaan yang ada di Indonesia. Dengan data lain, setidaknya ada 138.791 orang penghayat kepercayaan.

 

Dia menjelaskan, data tersebut berasal dari database yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri, termasuk hasil konsultasi dengan Kemendikbud periode 30 Juni 2017. Jumlah penghayat kepercayaan di Indonesia, lanjut dia, masih bisa bertambah baik dari sisi organisasi maupun penganutnya.

 

Prediksi jumlah itu akan bertambah setelah penghayat kepercayaan lainnya sudah mengisi formulir pencantuman penghayat kepercayaan dalam KTP nantinya.

 

“Penghayat kepercayaan itu ranah bukan agama tetapi lebih dekat kepada budaya makanya duduknya di kemendikbud di bawah Dirjen Kebudayaan,” katanya.

 

Penelusuran KlikNews, Ahmadiyah awalnya termasuk salah satu “Jamaah Muslim” yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Mujaddid, al Masih, dan al Mahdi.

 

Menurut Mirza Ghulam Ahmad, dia mendirikan Ahmadiyah dengan misi menghidupkan kembali Islam dan menegakkan Syariat Islam. Jemaat Ahmadiyah, menurut pendirinya, adalah untuk meremajakan moral Islam dan nilai-nilai kerohanian.

 

Ahmadiyah diklaim bukan sebuah agama baru namun merupakan bagian dari Islam. Gerakan ini diklaim menganjurkan perdamaian, toleransi, kasih dan saling pengertian di antara para pengikut agama yang berbeda.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending