ADO Sorot Pengoperasian inDriver
Connect with us

Headline

ADO Sorot Pengoperasian inDriver

Published

on

Mantan Sekjen DPP ADO Ryan Welcome. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikJAKARTA – Asosiasi Driver Online (ADO) menyoroti pengoperasian inDriver, salah satu aplikasi transportasi yang sedang ramai di masyarakat.

Hal itu diungkapkan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP ADO Ryan Welcome kepada KlikNews, Senin (15/2/2021) malam.

Menurut dia, inDriver disorot karena telah menimbulkan polemik setelah mulai menguasai pasar transportasi online, baik roda dua maupun roda empat, dan menggeser dua raksasa perusahaan transportasi online di beberapa kota.

Apalagi, kata Ryan, banyak orang yang mempertanyakan apakah inDriver memungut pajak atau membayar pajak kepada pemerintah pusat atau daerah.

Sesuai Permenhub 118 tahun 2018 pasal 28, lanjut dia, kewajiban perusahaan aplikasi yaitu wajib berbadan hukum Indonesia dan membuka kantor cabang, serta menunjuk penanggung jawab cabang di kota sesuai wilayah operasi.

“Hal ini yg tidak dilakukan oleh inDriver sebagai perusahaan aplikasi, maka terkait pajak pun mereka tidak melaksanakan. Ini sangat tidak baik bagi perusahaan Eropa yang masuk ke Indonesia yang sangat tidak menghargai aturan hukum di Indonesia,” katanya.

Kata Ryan, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika harus menindak tegas aplikasi tersebut.

“Pemerintah lewat rapat virtual kemarin yang dihadiri seluruh stakeholder serta saya pun menghadiri, sudah mengingatkan inDriver agar dapat melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawab sebagai perusahaan aplikasi,” bebernya.

“Jika tidak ada kantor cabang di kota-kota yang mereka sudah operasi akan mempersulit konsumen maupun driver jika terjadi masalah, baik aplikasinya dan permasalahan lainnya yang bisa merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Makanya, dia berharap pemerintah segera menyurati atau memanggil petinggi inDriver yang ada di Los Angeles untuk dapat duduk bersama. “Hal ini saya bisa juga membantu pemerintah untuk menghubungi mereka,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending