Absen di Pembukaan PON XX, Senator Djafar Alkatiri Memilih Hadiri Tradisi Mandi Safar Warga Nain
Connect with us

Headline

Absen di Pembukaan PON XX, Senator Djafar Alkatiri Memilih Hadiri Tradisi Mandi Safar Warga Nain

Published

on

Senator Djafar Alkatiri saat memberikan sambutan.

KlikSULUT – Senator DPD RI Hi Djafar Alkatiri sepertinya sangat menghargai undangan kegiatan yang bersifat tradisi di satu daerah.

Buktinya, Alkatiri memilih tidak mengikuti upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX tahun 2021 di Papua hanya untuk menghadiri tradisi Mandi Safar masyarakat Pulau Nain, Kecamatan Wori, Minahasa Utara.

di samping, upacara pembukaannya PON XX Sabtu (2/10/2021) malam. Sementara tradisi Mandi Safar masyarakat Pulau Nain dilaksanakan Senin (4/10/2021) siang.

Alkatiri mengungkapkan, dirinya sengaja tidak menghadiri pembukaan PON agar bisa mengikuti prosesi ritual yang berlangsung setahun sekali sejak awal.

“Memang di acara PON ada banyak pejabat negara yang hadir. Tapi di sini yang hadir adalah masyarakat muslim yang menjalankan aktivitas keagamaan dengan baik,” kata Alkatiri.

Kehadirannya di acara ini, lanjut mantan Sekjen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), adalah bentuk apresiasinya terhadap masyarakat yang tetap tradisi daerahnya.

Suasana mandi safar di Bungin.

Apalagi kata Alkatiri, tradisi ini memiliki nilai-nilai kebaikan. Sebab diawali dengan doa tolak bala secara bersama-sama.

Tidak hanya menghadiri, Alkatiri juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan alat genset untuk masjid, majelis taklim, dan kelompok-kelompok nelayan yang ada di Pulau Nain.

Bantuan tersebut membuat masyarakat Pulau Nain tampak terharu dan bersyukur. Hal itu dibuktikan dengan ucapan doa yang disampaikan masyarakat di sela kegiatan.

Tidak hanya itu, senator juga didaulat tokoh agama dan tokoh masyarakat Pulau Nain untuk memandikan masyarakat.

Sekadar informasi, tradisi Mandi Safar yang dilaksanakan masyarakat Pulau Nain secara bersama di Bungin yang berada di tengah laut. Bungin merupakan sebuah dataran berpasir putih yang muncul ketika air laut surut.

Terpantau, masyarakat yang hadir bukan hanya berasal dari Pulau Nain, melainkan juga dari pulau-pulau sekitarnya. Diperkirakan, masyarakat yang hadir sebanyak 2.000an orang.

(***)

Advertisement

Trending