9 Anggota DPRD se-Sulut Dari PKS Siap Dipotong Gajinya Untuk Bantu Warga Terdampak Covid
Connect with us

Humaniora

9 Anggota DPRD se-Sulut Dari PKS Siap Dipotong Gajinya Untuk Bantu Warga Terdampak Covid

Published

on

KlikSULUT – Sebanyak sembilan anggota DPRD se Sulawesi Utara (Sulut) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menjalankan instruksi DPP PKS untuk memotong gaji legislatornya, dalam rangka membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris DPW PKS Sulut Hi Amir Liputo, melalui pesan singkat WhatsApp, pada Senin (9/8/2021).

Kata Abah Amir, instruksi tentang pemotongan gaji tersebut layak mendapatkan dukungan karena bertujuan mulia.

“PKS juga secara nasional telah membentuk satgas covid di seluruh wilayah Indonesia, baik tingkat wilayah DPW dan DPD kabupaten kota,” terangnya.

“Mudah-mudahan kegiatan dan niat baik ini jadi bagian sumbangsih PKS dalam membersamai seluruh warga negara untuk bersama-sama dalam menangani covid-19,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Fraksi PKS DPR RI kembali menginstruksikan pemotongan gaji anggota legislatifnya mulai dari pusat hingga daerah untuk membantu rakyat terpapar dan terdampak covid 19. Pemotongan berlaku untuk gaji Agustus ini.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan sejak pandemi sudah kesekian kalinya Fraksi PKS memotong gaji anggotanya.

Kali ini akan digunakan untuk pengadaan bantuan sosial dan disalurkan kepada rakyat terpapar covid antara lain dalam bentuk penyediaan paket sembako dan makanan bagi pasien isolasi mandiri (isoman).

“Lonjakan kasus pada gelombang kedua pandemi ini benar-benar memukul rakyat. Korban jiwa berjatuhan, banyak anak-anak menjadi yatim-piatu, banyak keluarga kehilangan kepala keluarga dan anggotanya. Akhirnya kita tidak punya banyak pilihan kecuali mengetatkan kembali aktivitas yang tentunya berdampak secara sosial dan ekonomi,” ungkap Jazuli.

Menurut Jazuli Juwaini banyak keluhan dari rakyat yang disampaikan maupun disaksikan langsung oleh aleg-aleg PKS tentang sulitnya kondisi mereka dalam mengakses layanan kesehatan maupun bantuan sosial untuk menopang penghidupan.

(***)

Advertisement

Trending