7.000 Bayi Berusia Sebelum 28 Hari di Dunia Meninggal Setiap Hari
Connect with us

Headline

7.000 Bayi Berusia Sebelum 28 Hari di Dunia Meninggal Setiap Hari

Published

on

Kematian Bayi

KlikINTERNASIONAL – Angka kematian neonatal (kematian bayi berusia 0-28 hari) masih cukup tinggi. Setiap hari, total ada 7.000 bayi yang meninggal dunia sebelum berusia 28 hari.

 

Artinya, angka kematian neonatal tidak mengalami penurunan. Hal itu terungkap dalam Laporan tahunan PBB tentang kematian anak pada tahun 2016.

 

Dari laporan itu juga diketahui bahwa jumlah anak yang meninggal dunia sebelum berusia lima tahun, terus berkurang secara drastis. Namun secara keseluruhan, anak-anak di seluruh dunia terus mati pada tingkat yang mengkhawatirkan. Tahun lalu, tercatat terjadi 5,6 juta kematian.

 

Adapun jumlah kematian balita disebutkan telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhi. Jika dibandingkan laporan tahun 1990, kematian balita turun dari 12,6 juta menjadi 5,6 juta tahun lalu, atau turun dari 5,9 juta pada tahun 2015.

 

“Kabar baiknya adalah bahwa dunia telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam mengurangi angka kematian anak sejak tahun 1990,” kata Danzen You, koordinator kelompok antaragen PBB untuk perkiraan angka kematian anak, yang juga adalah salah satu penulis laporan tersebut.

 

“Jumlah kematian sekarang adalah yang terendah dalam sejarah. Pengurangan itu sangat luar biasa. Karena investasi yang kami lakukan dalam dekade terakhir, kami benar-benar mempercepat kemajuan dalam menyelamatkan bayi dan anak-anak,” sambungnya.

 

Namun menurut dia, masih banyak hal yang harus dilakukan. Tingkat kematian anak di banyak negara tidak sesuai dengan komitmen nasional berdasarkan tujuan pembangunan berkelanjutan, yang menyerukan pengurangan angka kematian kurang dari 25 sampai 25 kematian untuk setiap 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

 

Sebab, saat ini angka kematian anak mencapai 41 kematian untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. Kematian tersebut terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adalah faktor penyakit.

 

Dalam laporan itu juga diketahui, negara dengan tingkat kematian tertinggi adalah Somalia, dengan 133 kematian untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan Inggris memiliki tingkat mortalitas di bawah lima dari empat kematian untuk setiap 1.000 kelahiran hidup.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending