6 Sirine dan 54 Rambu Peringatan Bahaya Dipasang di Gunung Agung
Connect with us

Headline

6 Sirine dan 54 Rambu Peringatan Bahaya Dipasang di Gunung Agung

Published

on

6 Sirine

KlikBALI – BNPB memasang 6 sirine di wilayah radius berbahaya dari Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Pemasangan sirine untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat, jika Gunung Agung meletus dan membahayakan masyarakat.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sirine ini dikenal dengan nama iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System). “Sirine ini merupakan sirine mobile yang dapat dipindahkan dengan kendaraan,” jelasnya, Sabtu (30/9/2017).

 

Sirine didatangkan secara khusus dari Gudang Peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem, setelah Gunung Agung naik status Awas. “Bunyi sirine ini mampu menjangkau radius 2 kilometer, bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin,” katanya.

 

Dia menegaskan, sirine dipasang bukan untuk mendeteksi gunung akan meletus. “Tapi hanya mengabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya,” ungkapnya.

 

“Tujuan pemasangan sirine ini adalah memberikan peringatan tanda bahaya dari letusan Gunung Agung kepada masyarakat. Sirine ini hampir mirip dengan sirine tsunami, namun dapat dipindahkan,” sambungnya.

 

Dia menyebutkan, 6 sirine itu terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem, dan Koramil Abang. “Mekanisme kerjanya manual,” terangnya.

 

“Sirine dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem. Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan,” tambahnya.

 

Selain itu, BNPB telah memasang rambu-rambu peringatan bahaya di 54 titik. Rambu ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat posisinya terhadap radius berbahaya Gunung Agung.

 

Rambu peringatan ini tertulis “Saat ini Anda berada di radius 9 kilometer dari puncak Gunung Agung”, atau tulisan lainnya yang bertujuan memberikan peringatan dan himbauan kepada masyarakat.

 

Sosialiasi kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat setempat terus dilakukan agar mereka memahami bahaya dari Gunung Agung.

 

Awan panas memiliki suhu 600 – 800 derajat celcius dengan kecepatan menuruni lereng mencapai 200 – 300 kilometer per jam. Tentu ini berbahaya bagi masyarakat jika berada di dalam radius berbahaya.

 

“Masyarakat dihimbau untuk tenang. Hingga saat ini secara visual belum tampak tanda-tanda Gunung Agung meletus,” tandasnya.

[irp posts=”1937″ name=”Penerbangan Bali Masih Terkendali. Ini Langkah Kemenhub Jika Gunung Agung Meletus”]

[irp posts=”1915″ name=”Jokowi Kunjungi Pengungsi Gunung Agung Hari Ini”]

 

(Ayi)

Advertisement

Trending