6 Hal yang Tak Pernah Dibahas Publik tentang Tety Paruntu
Connect with us

Catatan Publik

6 Hal yang Tak Pernah Dibahas Publik tentang Tety Paruntu

Published

on

Tety Paruntu
Oleh : Altin Sualang SSTP, MPA
Kepala Bidang pemerintahan Desa

 

SIAPA yang tidak kenal Tety Paruntu. Di Indonesia sudah banyak yang kenal apalagi di Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Selatan. Seorang enterpreneur yang terjun ke dunia politik karena panggilan untuk membesarkan tanah kelahiran.

 

Terlepas dari dinamika yang terjadi, izinkan saya sebagai anak buahnya, memperkenalkan sedikit hal yang jarang bahkan tidak pernah dibahas oleh orang lain.

 

Orangnya menomorsatukan Tuhan

Kalau mau cari ibu bupati pagi-pagi, mendingan harus sedikit bersabar, karena ibu bupati biasanya spending time untuk beribadah pagi-pagi sebelum memulai aktivitas.

 

Bahkan pernah beberapa kali, dalam rencana kunjungan ke wilayah, karena waktu yang sangat padat dari pagi hingga malam hari, ibu Tety menyempatkan untuk beribadah di dalam mobil sambil melaksanakan perjalanan. Karena bagi ibu Tety, cari dahulu kerajaanNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

 

Punya Mimpi dan Visi yang Besar

I wanna make Amurang like a little Hongkong. Kalimat itu beberapa kali ibu Tety sampaikan kepada jajaran SKPD, para investor bahkan kepada masyarakat secara langsung. Kalau mau jujur, beberapa kali saya mendengar ibu bupati memarahi kepala SKPD karna tidak punya mimpi.

 

“Kalian itu harusnya mampu melihat 10 tahun atau 20 tahun kedepan, Minsel harus lebih maju dari daerah lain jangan hanya berpikir tentang sekarang ini tapi berpikir tentang masa depan.”

 

Kerja Tidak Kenal Waktu

Anak-anak Protokol, staf TUP Bupati, driver, ajudan dan patwal paling tahu jam pulang kerja ibu bupati. Siang dan malam hampir tidak ada perbedaan jika ibu Tety bekerja. “Bukan cuma 2 atau 3 kali torang pulang subuh dari kantor, apalagi kalo ada pekerjaan yang tidak tuntas.”

 

Tidak Gengsi

Pernah satu kali, saya dan ibu bupati datang ke sebuah kementerian untuk melobi pembangunan di Minsel. Dan ternyata pejabat eselon 1 ataupun eselon 2 tidak berada di tempat.

 

Namun ibu tidak langsung menyerah. Dengan santun, ibu mendatangi pejabat yang ada, walaupun hanya selevel kepala sub bagian, dan seperti yang dilihat sekarang ini di Minsel, tidak sedikit buah karya perjuangan ibu bupati.

 

Gigih Bekerja

Menunggu mungkin tidak disukai kebanyakan orang, tapi menurut ibu bupati, kita tidak akan tahu hasilnya jika kita tidak mencoba. Saya ingat seorang pejabat di salah satu kementerian mengira ibu bupati adalah seorang agen asuransi. “Lah Bupati toh yang tadi di ruang tunggu, kenapa tidak disuruh masuk, kirain tadi orang asuransi. Ayo bu, ada yang bisa kami bantu.”

 

[irp posts=”4366″ name=”Ini Cuitan Ridwan Kamil Soal Keputusan Trump”]

 

Berbagi dengan Orang Lain

Berbagi dengan orang lain adalah hobi ibu Tety. Orang Minsel yang dari awal mengikuti keseharian ibu Bupati, pasti tahu persis bahwa kemanapun ibu pergi pasti ada yang kebagian berkat.

 

Tidak hanya di masa pencalonan seperti yang banyak dibicarakan orang lain, tapi setiap kunjungan ke gereja, masjid, maupun ke desa-desa, ibu selalu menyisihkan berkat mulai dari hamba Tuhan, hingga orang tua yang sudah lanjut usia. Kebiasaan itu dimulai ibu Tety tidak hanya saat dia jadi bupati. Tetapi lama sejak ibu masih jadi pengusaha.

 

[irp posts=”4304″ name=”Soal Munaslub, Ini Pilihan Golkar Sulawesi Utara”]

 

Ini sepenggal cerita dari saya. Silakan orang lain memiliki opini yang berbeda dengan saya. Karena ini hanyalah persepsi saya pribadi yang didapatkan dari keseharian saya sebagai staf mendampingi Ibu bupati.

 

Tuhan Memberkati.

 

(***)

Advertisement

Trending