6 CJH Asal Manado Tarik Dana Pelunasan Haji
Connect with us

Humaniora

6 CJH Asal Manado Tarik Dana Pelunasan Haji

Published

on

dana pelunasan haji
Plt Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Manado H Fahrin MR Pole. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikMANADO – Pemerintah lewat Kementerian Agama (Kemenag) membolehkan Calon Jamaah Haji (CJH) untuk membatalkan maupun menarik kembali dana pelunasan haji.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1442 H/2021 M.

Menariknya, minat CJH asal Manado untuk menarik dana pelunasan haji sepertinya cukup rendah. Buktinya, sejak KMA 660 terbit hingga Senin (14/6/2021), hanya enam CJH yang mengajukan penarikan. Di sisi lain, pendaftar haji justru makin bertambah.

Plt Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Manado H Fahrin MR Pole membeberkan data tersebut, pada Senin (14/6/2021).

Fahrin juga menjelaskan, penarikan dana pelunasan haji itu pun karena alasan krusial. “Karena himpitan ekonomi,” tukasnya.

Makanya, menurutnya, data itu menunjukkan bahwa masyarakat muslim Kota Manado masih sangat percaya terhadap pengelolaan dana haji.

“Memang kalau bicara keraguan, pasti masih tetap ada. Tapi dengan hanya enam atau kurang dari 1% yang menarik dana pelunasan, itu sudah bisa jadi bukti,” ungkapnya.

Terkait dana haji, Kantor Kemenag Manado akan melakukan sosialisasi. Sehingga masyarakat muslim bisa mengetahui pasti persoalan tersebut. “Supaya tak ada lagi hoax,” tambahnya.

Fahrin menambahkan, dana haji dari pendaftar haji sangat aman. Sebab, lembaga independen yang mengelola dana haji secara mandiri. “Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang mengelola, bukan Kemenag,” terangnya.

Dia pun menjelaskan prosedur penggunaannya. “Kemenag, saat masuk musim haji, mengajukan dana haji ke BPKH. Dari situ BPKH akan mengeluarkan anggaran tersebut,” sambungnya.

Anggaran itu, lanjut dia, dimanfaatkan untuk pemberangkatan dan penyelenggaraan ibadah haji. “Dengan sistem bagi hasil, dana haji itu juga akan memiliki nilai manfaat,” bebernya.

Jamaah haji akan menerima nilai manfaat itu kepada jamaah haji saat pemberangkatan. “Sebagiannya untuk peningkatan layanan di dalam negeri, seperti peningkatan kualitas asrama haji,” jelasnya.

Dengan kata lain, seluruh dana haji, baik yang berasal dari pendaftar maupun APBN, dikelola untuk kepentingan penyelenggaraan haji.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending