Warga Bahu Tolak Pengoperasian Alfa Midi, Sabtu (12/8/2017)
Connect with us

Headline

Warga Bahu Unjuk Rasa Tolak Alfa Midi

Published

on

Warga membentangkan spanduk penolakan keberadaan Alfa Midi. (KlikNews)

KlikMANADO – Warga Bahu Lingkungan 6, 7, dan 8 menggelar aksi unjuk rasa di depan sebuah bangunan yang diduga akan dibangun Swalayan Alfa Midi, Sabtu (12/8/2017) siang.

Menurut Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bahu Alfrits Polii, unjuk rasa itu dilakukan sebagai sikap masyarakat yang menolak pengoperasian Alfa Midi di kelurahan itu. Apalagi, lanjut dia, masyarakat menilai pembangunan bangunan itu tidak sesuai aturan.

“Pertama, bahwa Surat Keterangan yang diberikan Lurah Bahu tidak sesuai peruntukan. Di dalam surat itu, tercantum bahwa bangunan diperuntukkan sebagai rumah tinggal. Tapi pada kenyataannya justru untuk usaha,” ungkapnya.Selanjutnya, kata dia, keberadaan Alfa Midi ditakutkan akan mengganggu dan merusak usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di kelurahan tersebut.

Padahal di sisi lain, saat ini usaha kecil (warung) telah mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bahu.   “Secara otomatis, keberadaan Alfa Midi ini akan menghancurkan usaha kecil. Masyarakat yang bergantung pada usaha kecil ini akan kesulitan membayar tagihan KUR,” ketusnya.

Dia menambahkan, pengoperasian swalayan ini akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kelurahan Bahu. “Salah satunya adalah, bisa terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh pengoperasian Alfa Midi di lingkungan sekitar,” terangnya.

Dia juga menyayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang telah mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap pembangunan bangunan itu. “Sayang, karena keterangan dalam IMB dan Surat Keterangan Kelurahan justru berbeda,” timpalnya.“IMB menyebutkan pembangunan bahwa pembangunan bangunan untuk peruntukan usaha. Sedangkan pada Surat Keterangan Lurah tercantum peruntukan untuk tempat tinggal,” jelasnya.

Senada dikatakan seorang Age, warga setempat. Dia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, masyarakat dan pemerintah telah bersepakat agar Alfa Midi, Indomaret maupun Alfamart tidak beroperasi di dalam wilayah perkampungan.“Kami sudah sepakat. Jika berada di jalan besar atau jalan raya, tidak masalah. Tapi kalau berada di dalam perkampungan, maka jelas kami tidak mau. Sebab akan mengganggu dan merusak usaha kecil masyarakat,” tegasnya.

Dia pun meminta Wali Kota Manado Vicky Lumentut agar bias tetap mengawasi secara ketat pelayanan dan perizinan di masyarakat. “Ini jadi sebuah kritikan keras bagi pak wali kota dan wakil wali kota. Apalagi ini berkaitan dengan usaha rakyat Manado,” tandasnya. (Ayi)

Advertisement

Trending