21 Tahun Beroperasi, Ternyata Begini Transaksi Perdagangan Pertama di Bursa Berjangka Jakarta
Connect with us

Headline

21 Tahun Beroperasi, Ternyata Begini Transaksi Perdagangan Pertama di Bursa Berjangka Jakarta

Published

on

KlikMANADO – Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) merupakan bursa berjangka pertama di Indonesia, yang resmi mulai beroperasi pada 15 Desember 2000 lalu.

Makanya, 15 Desember bukan hanya menjadi tanggal bersejarah bagi JFX saja, melainkan juga bagi dunia perdagangan berjangka di Indonesia.

Memang secara historis, seperti diungkapkan Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang, JFX telah berdiri pada 19 Agustus 1999, yang diprakarsai oleh 29 perusahaan eksportir kopi yang bernaung pada Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), dan perusahaan kelapa sawit yang bernaung pada Federasi Asosiasi Minyak Nabati Indonesia (FAMNI), dan beberapa perusahaan perdagangan umum yang bergerak di bidang keuangan.

“Landasan hukum berdirinya JFX adalah Undang-Undang No 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka,” ujar Lumintang, Kamis (16/12/2021).

Namun, JFX baru bisa beroperasi pada 15 Desember 2000 setelah melakukan persiapan operasional sebagai sebuah badan usaha.

Saat itu, tepat 21 tahun yang lalu, Bursa Berjangka Jakarta mencatatkan transaksi perdana pada jam 15.34 untuk kontrak OLEIN sebanyak 1 lot dengan harga Rp2.400. “Pada penutupan perdagangan hari pertama total transaksi sebesar 32 lot,” bebernya.

Lanjut putra Minahasa ini, hingga kini perusahaan masih eksis dengan 29 perusahaan pemegang saham, meskipun telah terjadi penggantian pada kepemilikan atas beberapa founder.

“JFX terus berinovasi dalam segala lini, terutama dalam mewujudkan cita-cita referensi harga atas komoditi unggulan Indonesia, dimana yang masih menjadi andalah adalah produk kontrak emas, olein, kopi, coklat dan beberapa kontrak derivative lainnya,” terangnya.

JFX juga terus mengukir pencapaian lebih baik dari tahun ke tahun, berkat dukungan seluruh anggota bursa berjangka Jakarta, kliring berjangka Indonesia, Bank penyimpan dana margin, dunia akademisi, praktisi, pelaku pasar fisik, eksportir kopi, eksportir dan importir timah, dan stakeholders lainnya.

Dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kemajuan penggunaan teknologi informasi yang diaplikasikan JFX pun telah menjadikannya sebagai bursa berjangka pertama dan terbesar di Indonesia.

“Kami sangat merasakan dukungan pemerintah khususnya Bappebti sebagai badan pengawas dalam mengayomi pertumbuhan industri ini di tanah air,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending