Program BBM Satu Harga di SPBU Maririk Diduga “Dimainkan”

Program BBM Satu Harga di SPBU Maririk Diduga “Dimainkan”
Suasana SPBU. (Sumber: KlikNews)

KlikTALAUD – Program Nawacita yang digaungkan Pemerintah Pusat dalam bentuk BBM Satu Harga di Kabupaten Kepulauan Talaud diduga tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Sebagaimana laporan masyarakat yang diterima KlikNews, sebenarnya fasilitas berupa tangki sudah dibangun dan disiapkan untuk melengkapi kebutuhan terhadap berjalannya program itu, di Kecamatan Khusus Miangas, Nanusa dan Essang.


Meski demikian, saat ini, penyaluran BBM jenis Premium (Bensin) di SPBU Desa Maririk Kecamatan Essang menjadi buah bibir masyarakat sekitar, karena diduga tidak tepat sasaran.


“BBM jenis Premium ini awalnya disalurkan melalui tempatnya di SPBU Desa Maririk, dan menggunakan alat ukur Digital Otomatis dan pembeli akan dilayani jika menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat,” beber sumber yang enggan namanya ditulis, pada Senin (2/9/2019).


“Berselang kurang lebih satu bulan sudah tidak lagi menggunakan alat ukur digital, tapi sudah menggunakan alat ukur manual. Alasan dari pihak penyalur bahwa mesin digitalnya rusak,” sambungnya.


Tidak hanya itu, dia menyebut bahwa BBM tersebut kini sudah disalurkan ke pangkalan. “Dan pangkalan menjualnya dengan harga yang tidak sesuai dan sangat bertentangan dengan program pemerintah untuk BBM Satu Harga,” tambahnya.


“2 unit truk pengangkut BBM dengan kapasitas sekira 4.000 Liter hanya sekitar dua hari menyalurkan ke masyarakat. Selebihnya dari pihak agen langsung menyalurkannya ke pangkalan. Kami tidak dapat merasakan BBM harga murah,” ungkapnya.


“Sampai saat ini yang kami ketahui ada beberapa pangkalan yang menerima penyaluran BBM. Kami sangat dirugikan dalam hal ini dan kami minta Pemerintah harus sesegera mungkin menanggapi hal ini, karena sudah merugikan masyarakat dan menguntungkan pihak pangkalan,” ketusnya.


Menurut dia, apa yang terjadi itu hanya mengutungkan pihak pangkalan, dan berarti tidak mendukung program pemerintah BBM Satu Harga,” tegasnya. “Kami berharap pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait agar secepat mungkin menyelesaikan persoalan ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Apakah ini sengaja atau tidak, semestinya tidaklah demikian karena ini sudah nyata-nyata merugikan masyarakat,” pungkasnya.


Hinga berita ini diturunkan, KlikNews terus berupaya mendapatkan konfirmasi pihak Pemkab Talaud maupun Pertamina.


(Asrianto Balawera)

Baca Juga :  Kunker ke Beo dan Beo Utara, Tuange Singgung Tiga Hal Ini
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan