Pascagempa M 6,5 Maluku, Terjadi 1.149 Gempa Susulan

Pascagempa M 6,5 Maluku, Terjadi 1.149 Gempa Susulan
Ilustrasi. (Foto: SINDONews)

KlikJAKARTA – Gempa susulan masih terus dirasakan warga Maluku pascagempa M 6,5 pada Kamis (26/9/2019) lalu. Bahkan tercatat, hingga Senin (7/10/2019) pagi tadi, pukul 04.00 Wita, sudah lebih dari 1.000 gempa susulan terjadi.

banner


Sebagaimana rilis Pusdatinmas BNPB yang diterima KlikNews pada Senin (7/10/2019 siang), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi ada 1.149 kali gempa susulan terjadi di wilayah Maluku, dan 122 di antaranya dirasakan warga.


Informasi terkini, pukul 09.21 Wita, gempa M 4,1 dengan kedalaman 10 km masih terjadi dan dirasakan warga. Pusat gempa itu berada di laut sekitar 12 km selatan Kairatu-Seram Bagian Barat.


Sementara itu, Pusdatinmas BNPB menyebutkan, jumlah kerusakan rumah mencapai 6.344 unit dengan tingkat kerusakan berbeda. Wilayah Kabupaten Malteng, rumah rusak berat (RB) 724 unit, SBB 298 dan Ambon 251.


Rumah rusak sedang (RS) di wilayah Kabupaten Malteng mencapai 1.104 unit, SBB 469 dan Ambon 253, sedangkan rusak ringan (RR) di wilayah Malteng 2.238, Ambon 654 dan SBB 353.


“Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Gempa di setiap wilayah terdampak masih melakukan upaya penanganan darurat di lapangan. Beberapa tantangan masih dihadapi oleh personel yang bertugas di masing-masing kabupaten dan kota,” ujar Kepala Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo.


“Sebaran titik penyintas tidak terfokus pada kelompok-kelompok besar sehingga menyulitkan tenaga personel kesehatan dalam memberikan pelayanan medis. Di sisi lain, kebutuhan personel kesehatan masih sangat dibutuhkan, seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial,” sambungnya.


Penanganan darurat di sektor kesehatan, lanjut dia, tidak hanya memberikan pelayanan medis, tapi juga memastikan gizi terpenuhi pada kelompok rentan, kesehatan reproduksi, distribusi obat dan pencegahan serta pengendalian penyakit.


“Di sisi lain, penanganan juga dilakukan di sektor lintas seperti pendidikan, penanganan dan perlindungan penyintas, ekonomi, sarana dan prasarana serta logistik,” ungkapnya.


“Sehubungan dengan penanganan darurat yang berakhir pada 9 Oktober nanti, BNPB masih terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat dan memastikan pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik,” pungkasnya.


(Sahril Kadir)

Baca Juga :  GSVL Pindah ke Nasdem? Begini Respon Awal DPP Partai Demokrat
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply