Ini Yang Dilakukan Warga Pulau Batang Dua Pascagempa Jailolo

Ini Yang Dilakukan Warga Pulau Batang Dua Pascagempa Jailolo
Suasana warga Pulau Batang Dua saat mendirikan tenda. (Sumber: Pusdatinmas BNPB)

KlikSULUT – Gempa susulan yang terus terjadi pascagempa Jailolo berkekuatan M 7,1, pada Jumat (15/11/2019) dini hari, ternyata membuat warga Pulau Batang Dua terus meningkatkan kewaspadaannya.


Sebagaimana rilis Pusdatinmas BNPB yang diterima KlikNews pada Minggu (17/11/2019), Warga Pulau Batang Dua masih merasakan gempa susulan, sehingga mengevakusi diri ke bukit pada malam hari.


“Warga khawatir karena setiap hari beberapa kali terjadi gempa di Batang Dua, membuat warga trauma. Oleh karena itu, warga sadar akan dampak gempa dan keselamatan mereka. Saat malam mereka mengamankan diri naik ke atas bukit menjauhi pantai,” ujar Kepala Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo.


Jelang malam tiba, lanjut dia, warga membangun tenda dan tidur di bukit. “Siang hari mereka beraktivitas seperti biasa,” terang Wibowo.


Sementara itu, BNPB telah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memonitor situasi di lapangan, sebagai respon kondisi pascagempa yang berdampak di Pulau Batang Dua.


“Di samping itu, personel BNPB juga membawa logistik yang dibutuhkan saat tanggap darurat,” sambungnya.


Sebelumnya, BMKG merilis gempa susulan per 16 November 2019, pada pukul 09.00 Wita, telah terjadi sebanyak 151 kali. Delapan di antaranya dirasakan warga. “Data BNPB per 16 November 2019 mencatat, 36 unit bangunan rusak ringan,” sebutnya.


Selain menimbulkan kerusakan di Maluku Utara, kata dia, gempa juga menyebabkan kerusakan di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.


“Sedangkan korban luka – luka per Sabtu (16/11/2019) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, tiga orang luka ringan dan 33 unit bangunan rusak ringan. Korban dan kerusakan terjadi di Pulau Batang Dua yang terletak di dekat pusat gempa,” jelasnya.


Korban luka-luka disebabkan tertimpa batu bata dari dinding yang jatuh, sedangkan kerusakan bangunan di Kecamatan Batang Dua pada kategori rusak ringan mencakup 28 rumah warga, 3 gereja, 1 sekolah SMAN 11 dan 1 unit gedung Bank Perkreditan Rakyat.


“Data kerusakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara masing-masing 1 unit kantor dan 2 rumah dengan kategori rusak ringan,” pungkasnya.


(Sahril Kadir)

Baca Juga :  Ini Data Sementara Dampak Puting Beliung di Bogor
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply