Diwarnai Aksi Bakar Ban, Massa Minta Pemerintah Segera Lantik E2L-Mantap

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Massa Minta Pemerintah Segera Lantik E2L-Mantap
Suasana unjuk rasa. (Sumber: KlikNews)

KlikTALAUD – Massa pendukung Calon Kepala Daerah Talaud Terpilih Elly Lasut-Mokhtar Parapaga (E2L-Mantap) menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Talaud, di Melonguane, pada (Selasa 13/8/2019).

Aksi ini diwarnai pembakaran ban mobil bekas, sebagai wujud protes massa kepada Plh Bupati yang tak kunjung menanggapi aksi itu. Akibat pembakaran ban bekas itu, Kantor Bupati terpantau diselimuti asap hitam.


Massa aksi yang berlabel “Aksi Massa 22656 Merah Putih” melayangkan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah, khususnya Kemendagri, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dan Plh Bupati Talaud Adolf Binilang.


Sebagaimana disampaikan juru bicara aksi Reinalto Tumarah, ada dua tuntutan yang disuarakan massa. Yaitu pertama, mendesak kementerian dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk segera melantik Pasangan Calon Kepala Daerah Terpilih E2L-Mantap. Proses tahapan pilkada telah selesai, dan oleh MK E2L-Mantap ditetapkan sebagai pemenang.


Tuntutan kedua, yaitu mendesak Plh Bupati Adolf Binilang agar segera menyurat ke Kemendagri yang berisikan segera mempercepat proses pelantikan di Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan batas waktu sampai Kamis (15/8/2019).


Adapun Plh Bupati Adolf Binilang akhirnya menemui massa dan berkomunikasi secara langsung terkait tuntutan itu. Dia menjelaskan, dirinya adalah satu-satunya orang yang memfasilitasi pelantikan.


“Saya sendiri yang berkomunikasi dengan pihak kementerian. Sampai saat ini saya masih mengkomunikasikan hal ini dengan instansi terkait yang lebih tinggi,” ungkapnya.


Menurut dia, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Talaud terpilih adalah kewenangan Mendagri dan Gubernur Sulut. “Tentang agenda pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, saya hanya ditugaskan untuk memfasilitasi pelantikan dan melaporkan setiap perkembangan pelantikan. Dan mengenai aspirasi di aksi sebelumnya sudah saya sampaikan,” tegas Binilang.


Dia mengaku, aksi ini juga akan dilaporkannya ke Kemendagri. “Mari kita menjaga suasana kebersamaan dan kekeluargaan, karena apapun yang kita inginkan adalah demi Kabupaten Kepulauan Talaud,” imbuhnya.


Dia juga berharap, massa aksi bisa mempercayakan masalah pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih kepada pemerintah. “Pemerintah yang bertanggung jawab terkait hal ini dan saya minta agar tetap bersabar. Kita semua berada dalam suasana penantian hal itu,” harap Binilang.


“Hal-hal yang dimaksud mendesak akan kami konsultasikan dulu bahasannya, hal surat menyurat, karena pemerintah ada standar norma atau hirarki dan ada etika santunnya. Jangan sampai kita membuat surat bukan berakibat baik justru menjadi buruk. Pemerintah punya proses untuk melakukan hal itu karena kami juga punya aturan. Izinkan saya mengkomunikasikan hal ini sesuai mekanisme dan prosedur,” Tegasnya.


Adapun massa aksi berjanji akan kembali melakukan unjuk rasa jika pemerintah tidak segera melantik E2L-MANTAP hingga waktu yang ditentukan mereka, yakni pada Kamis (15/8/2019).


(Asrianto Balawera)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply