Diviralkan Akan Dampingi SK di Pilgub 2020, Benny Ramdhani Justru Katakan Hal Mengejutkan

Diviralkan Akan Dampingi SK di Pilgub 2020, Benny Ramdhani Justru Katakan Hal Mengejutkan

KlikSULUT – Statement Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey yang memerintahkan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw (SK) untuk bersiap menjadi gubernur ternyata direspon beragam oleh warga.

Bahkan, yang terbaru Kandouw mulai diwacanakan untuk berdampingan dengan politisi handal Benny Ramdhani. Tak tanggung-tanggung, wacana ini bahkan viral di media sosial seperti Facebook. Lantas bagaimana tanggapan Benny Ramdhani tentang wacana ini?


Kepada KlikNews, dia mengungkapkan pernyataan mengejutkan. “Mohon hal ini tidak diwacanakan dan tidak diviralkan. Saya bukan politisi genit dengan hal seperti ini,” tegasnya, Selasa (13/8/2019) malam.


Dia menegaskan, dirinya terdidik untuk menjadi politisi yang tahu diri. “Politisi yang tahu kemampuan dirinya adalah politisi yang mau mengukur kemampuan dirinya sendiri. Tidak menyerahkan kemampuan dirinya untuk diukur oleh orang lain,” terangnya.


Dia mengaku sangat mengetahui kemampuannya. “Bahwa Saya tidak mampu untuk bertarung di Pilgub. Sehingga itulah Saya tidak punya niat untuk maju di Pilgub Sulut 2010,” tegasnya lagi.


Menurut dia, ada empat hal penting yang harus dihitung seorang politisi jika ingin bertarung dalam Pilkada. “Pertama adalah Mau. Setiap orang bisa saja mau untuk menjadi kepala daerah,” jelasnya.


“Yang kedua adalah Mampu. Persoalannya apakah dia Mampu (banyak hal) atau tidak. Dan ukuran yang paling objektif dan jujur untuk menilai kemampuan itu adalah diri sendiri. Tentu dengan mengukur diri secara jujur,” sambungnya.


Yang ke empat, tambahnya, adalah tiket atau kendaraan politik. “Kalau kita mau dan merasa mampu, berikutnya adalah apakah kita punya tiket atau kendaraan untuk berkompetisi atau ikut kontestasi, baik dukungan Parpol maupun jalur independen,” bebernya.


Poin terakhir yang harus dihitung adalah keterpilihan. “Jika modal kemauan dan merasa mampu serta tiket atau kendaraan sudah bukan masalah (merasa terpenuhi), maka yang terakhir adalah apakah jika kita bertarung atau ikut kontestasi pilkada, rakyat akan memilih kita? Nggak mungkin kan sebuah pertarungan politik hanya sekadar menjadi ajang ikut rame atau seperti iklan obat gosok. Politik kok coba-coba,” pungkasnya.


(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply