Dinilai Memberatkan, ADO Minta Taksi Online Dibebaskan dari Zona Ganjil Genap

Dinilai Memberatkan, ADO Minta Taksi Online Dibebaskan dari Zona Ganjil Genap
Sekjen DPP ADO Wiwit Sudarsono. (Sumber: WhatsApp)

KlikJAKARTA – Perluasan dan perpanjangan waktu pemberlakuan Zona Ganjil Genap di 16 titik jalan DKI Jakarta, serta menghapus zona pengecualian yang diumumkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dinilai memberatkan para taksi online.

“Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 tahun 2018 dan rencana perluasan ganjil genap yang saat ini sedang dalam uji coba oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kembali hanya taksi plat kuning yang diijinkan bebas beroperasi dalam zona ganjil genap,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit Sudarsono, sebagaimana rilis yang diterima KlikNews, Selasa (13/8/2019) malam.


Kata dia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menyikapi perluasan zona ganjil genap yang saat ini sedang dalam tahap uji coba sosialisasi oleh Pemprov DKI Jakarta. “Dan mengusulkan agar transportasi berbasis aplikasi (Taksi Online) dapat diizinkan memasuki zona ganjil genap seperti taksi plat kuning,” terangnya.


ADO, lanjut dia, mengapresiasi dan menyambut baik usulan Menteri Perhubungan tersebut dan akan mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta jika Taksi Online diizinkan beroperasi dalam zona ganjil genap. “Mengingat dengan diizinkannya Transportasi berbasis aplikasi (Taksi Online) beroperasi dalam zona ganjil genap, ratusan ribu pengemudi Taksi Online tetap dapat menjalankan aktivitasnya dalam mencari nafkah untuk keluarganya,” ungkapnya.


Dia juga menambahkan, ADO mengusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan stiker yang dikeluarkan oleh Kepolisian kepada taksi online, sesuai Permenhub Nomor 118, sebagai penanda taksi online. “Hal ini diusulkan untuk menghindari penyalahgunaan stiker oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan,” pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah resmi mengumumkan perluasan zona ganjil genap di 16 titik di jalanan Ibu Kota, dan memperpanjang jam berlakunya ganjil genap pada sore hari, yang semula pada pukul 16.00-20.00 WIB menjadi pukul 16.00-21.00 WIB, serta menghapus zona pengecualian, yaitu dari gerbang tol hingga persimpangan terdekat dan dari persimpangan hingga gerbang tol terdekat.



(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply