Debitur Adira Finance Wajib Taati Perjanjian Jaminan Fidusia

Debitur Adira Finance Wajib Taati Perjanjian Jaminan Fidusia
Ilustrasi. (Sumber: alamatpenting)

KlikMANADO – Para debitur Adira Finance wajib menaati perjanjian pembiayaan yang termuat dalam akta jaminan fidusia, agar tak bermasalah hukum di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum PT Adira Dinamika Multi Finance Cabang Manado Zainudin Alianto, Kamis (21/11/2019).

Dia mengungkapkan, perkara perdata di Pengadilan Negeri Manado Nomor 27/Pdt.G.S/2019/PN.Mnd bisa dijadikan contoh. “Kronologis perkara ini yaitu mobil atas nama seorang debitur sudah menunggak. Tapi sampai waktu yang ditentukan tak juga dibayar,” bebernya.


“Akhirnya pihak Adira melakukan penarikan secara langsung berdasarkan perjanjian pembiayaan yang telah ditandatangani oleh debitur dengan Adira. Sayangnya kendaraan tersebut ternyata selama ini digunakan oleh pihak lain dan bukan oleh debitur sendiri, padahal perjanjian tersebut sudah dibuatkan sertifikat jaminan fidusia, dimana pemberi fidusia dalam hal ini debitur selama menjalani kontrak perjanjian pembiayaan tidak boleh memindahtangankan barang yang menjadi objek jaminan,” sambungnya.


“Bahkan dalam fakta persidangan, hal tersebut juga diakui oleh saksi penggugat bahwa selama ini merekalah yang menguasai dan membayar angsuran terhadap kredit mobil ini dan bukan debitur sendiri, karena debitur tidak menguasai mobil tersebut. Hal ini menandakan debitur telah cederai Janji terhadap Perjanjian yang telah dibuat sebelumnya,” tambah pengacara yang adalah mantan wartawan ini.


Selanjutnya, debitur melakukan gugatan, dan akhirnya gugatan ditolak seluruhnya oleh pengadilan. “Makanya, debitur harus taat dengan perjanjian jaminan fidusia,” tegasnya.


Zainudin menjelaskan, Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia mengungkapkan, fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. “Dalam hal ini perusahaan mendaftarkan objek jaminan,” katanya.


Menurut dia, fidusia merupakan perwujudan dari asas publisitas dan kepastian hukum yang ada. “Karena dengan adanya sertifikat jaminan dan akta fidusia itulah yang nantinya menjadi suatu bagian yang akan mengamankan suatu benda yang dijaminkan,” ungkapnya.


Sertifikat Jaminan Fidusia, lanjut dia, berkekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. “Para debitur harus taat dengan fidusia agar tak bermasalah hukum,” tegasnya.


Sekadar informasi, Pasal 35 Undang-Undang tentang Jaminan Fidusia menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja memalsukan, mengubah, menghilangkan, atau dengan cara apapun memberikan keterangan secara menyesatkan, yang jika hal tersebut diketahui oleh salah satu pihak tidak melahirkan perjanjian fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan denda paling sedikit Rp10 juta, dan paling banyak Rp100 juta.


Sementara pada pasal 36 menyatakan, pemberi fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia sebagaimana dimaksud pasal 23 ayat (2) yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp50 juta.


(Sahril Kadir)

Baca Juga :  Minggu Militer, Kodim 1302 Gelar Aerobik Lari Jalan
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply