Caleg Juga Harus Kreatif

Caleg Juga Harus Kreatif
Peter Balla saat memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak di Ketang Baru. (Sumber: KlikNews)

Oleh Sahril Kadir

Jam menunjukkan pukul 18.30 Wita. Saya baru saja tiba di rumah di Ketang Baru Lingkungan III. Belum sempat melepaskan tas ransel yang sedari siang menggantung di pundak, Saya dikejutkan suara nyanyian ringan anak-anak berbahasa Inggris, dari arah rumah tetangga.

Setelah dicek, ternyata ada belasan anak berusia sekolah dasar yang terlihat sedang belajar Bahasa Inggris dengan santai, dipandu seorang tua yang diperkirakan berusia 60-an tahun.


Apa Bahasa Inggris dari Bulan Maret, apa Bahasa Inggris dari makan siang, dan apa Bahasa Inggris dari nomor. Itulah sebagian pertanyaan yang diajukan anak-anak kepada orang tua tersebut, dan langsung dijawabnya satu persatu secara santai pula, dan diteruskan dengan nyanyian Bahasa Inggris, lagi dan lagi.


Wajar jika Saya terkejut. Sepengetahuan saya sejak mendiami perkampungan ini, belum ada orang dari luar kampung yang memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak secara gratis dan beramai-ramai, layaknya kursus.


Dan ternyata, si orang tua ini belakangan diketahui adalah kader sekaligus calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sulawesi Utara dari salah satu partai besar di Indonesia. Dia tampak sangat sabar melayani dan memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak di kampung ini. Ya, namanya Peter Balla Tappy.


Yang menarik, penampilan Peter berbeda dari caleg biasanya. Jika mayoritas caleg datang mengunjungi perkampungan dengan rombongan tim suksesnya, Peter justru terlihat hanya sendiri saja.


Bahkan, menurut warga, Peter hanya memberikan jawaban sederhana saat ditanya perihal tidak adanya tim sukses yang mengikuti kemana dia pergi. Apalagi jika melihat kondisinya yang sudah tidak muda lagi. “Kata Opa (sapaan akrab anak-anak kepada Peter), lebih baik bergerak sosialisasi sendiri langsung,” ujar Era, warga setempat.


Tidak hanya itu, saat memberikan pelajaran kepada anak-anak, tak terdengar sepatah kata pun dari Peter yang menyinggung pencalegan, meski terlihat beberapa orang tua berada di dekat lokasi belajar. “Jika mau sukses, kuasai Bahasa Inggris. Jadi ayo belajar Bahasa Inggris dari sekarang,” tutur Peter.


Menarik memang. Jika banyak caleg memilih melakukan sosialisasi dengan metode door to door ataupun cara formal lainnya dengan terlebih dahulu membentuk tim sukses, Peter hadir dengan pola berbeda.


Jika banyak caleg membentuk tim sukses untuk mempermudah proses meraup dukungan sebanyak-banyaknya, Peter justru seakan menafikannya. Bahkan pola berbeda dilakukannya secara individu. Seperti memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak.


Keberadaan Peter sebenarnya patut dijadikan pelajaran berharga, bahwa kreativitas caleg sangat penting dalam upaya menarik dukungan pada Pemilu, tidak hanya monoton dengan program-program yang itu-itu saja, dari tahun ke tahun.


Entah nantinya upayanya berhasil mengantarkan dirinya menduduki kursi legislator atau tidak, yang pasti usaha ini harus diapresiasi, apalagi jika proses pembelajaran Bahasa Inggris ini tetap berlanjut usai Pemilu 17 April 2019.


Kita lihat saja nanti.


(***)

Baca Juga :  Jamu Peserta KKDN Pasis Sesko TNI, Wali Kota Manado Perkenalkan C3
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply