BNPB: Sebagian Warga Belum Paham Masa Tanggap Darurat

BNPB: Sebagian Warga Belum Paham Masa Tanggap Darurat
Pengungsi gempa Maluku. (Sumber: Pusdatinmas BNPB)

KlikJAKARTA – Pemahaman sebagian warga yang mengungsi dan bukan korban gempa Maluku terhadap status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah setempat ternyata masih cukup rendah.


Sebagaimana rilis Pusdatinmas BNPB yang diterima KlikNews pada Jumat (4/10/2019), ada anggapan sebagian warga bahwa selama masa tanggap darurat masyarakat sebaiknya masih di tempat pengungsian.


“Kondisi itu mengakibatkan banyak penyintas yang memutuskan akan tetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019,” ujar Kepala Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo.


Kondisi saat ini, kata dia, bantuan logistik melalui posko provinsi, kabupaten maupun yang langsung turun ke lokasi pengungsian makin merata. “BNPB masih terus membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat,” ungkapnya.


“BNPB kembali memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk operasional penanganan darurat. Di samping itu, logistik berupa tenda gulung 5.000 lembar, matras 3.500 dan selimut 5.000 akan diberangkatkan malam ini menuju Maluku. Terkait dengan pelayanan kesehatan, BNPB mengerahkan 3 unit rumah sakit lapangan,” sambungnya.


Dia menambahkan, pemerintah daerah setempat dan mitra bergerak cepat melakukan kegiatan dukungan psikososial di beberapa titik, seperti Liang, Waai dan Tulehu. Selain itu, pelatihan evakuasi gedung bertingkat juga diselenggarakan di Kota Ambon.


(Sahril Kadir)

Baca Juga :  Bangkit Lagi, ICMI Sulut Dipimpin Warek Unsrat
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply