Soal Jamsosnaker, Pemda Harus Berinovasi Meningkatkan Pemahaman Kepada Pekerja, Pemberi Kerja, dan Warga

Soal Jamsosnaker, Pemda Harus Berinovasi Meningkatkan Pemahaman Kepada Pekerja, Pemberi Kerja, dan Warga
Suasana lokakarya. (Sumber: KlikNews)

KlikSULUT – Pemerintah daerah (Pemda) di Pulau Sulawesi perlu melakukan inovasi untuk meningkatkan cakupan perlindungan bagi pekerja yang belum menjadi peserta Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan (Jamsosnaker) dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Hal itu terungkap dalam Lokakarya Implikasi Perubahan Struktur Penduduk Kebijakan Perlindungan Sosial, yang diselenggarakan Kementerian PPN (Bappenas), di Aryaduta Hotel Manado, Kamis (5/7/2019).


Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Kota Manado Atto Bulo mengungkapkan, inovasi yang dibutuhkan adalah termasuk memperluas dan meningkatkan pemahaman pekerja, pemberi kerja dan masyarakat mengenai manfaat Jamsosnaker.


Makanya, kata Bulo, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan bersama, untuk memastikan perlindungan terhadap pekerja. “Dalam lingkungan terdekat kita termasuk pekerja perorangan atau keluarga dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di lingkungan Pemda,” ujarnya, saat lokakarya tersebut.


Menurut dia, keteladanan dan inisiatif beberapa Pemda di Pulau Sulawesi yang telah mengikutsertakan Pegawai Pemerintah Bukan Aparatur Sipil Negara (PPBASN) patut ditiru.


“Inisiatif Wali Kota Palu, Bupati Minahasa, dan Bupati Bombana yang telah berinisiatif mendaftarkan PPBASN dan aparat desa tahun 2018 sebagai peserta BPJS-TK dan telah mengganggarkan dalam APBD 2019 merupakan teladan untuk diterapkan di daerah kita masing-masing,” bebernya.


Bulo menambahkan, saat ini belum semua Pemda di Pulau Sulawesi yang telah mendaftarkan P3K dalam Jamsosnaker. Padahal provinsi-provinsi di Sulawesi memiliki tingkat pengangguran yang relatif lebih rendah dibanding angka nasional (5.34%).


“Dari total sekitar 9,92 juta pekerja di Sulawesi-Maluku, hanya sekitar 1,12 juta peserta yang aktif terdaftar dalam Jamsosnaker. Apabila dibandingkan dengan total pekerja, cakupan peserta di Pulau Sulawesi adalah 11,71% dan 9,03% di Maluku,” ungkapnya.


Dia pun mengajak semua Pemda di Sulawesi dan Maluku untuk turut mendukung peningkatan kepesertaan penduduk dan pekerjanya dalam SJSN.


(Rifa Datunugu)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply