Dosen Hukum Unhas: PETI Dibuat Jadi Legal, Semua Akan Untung

Dosen Hukum Unhas: PETI Dibuat Jadi Legal, Semua Akan Untung
(Sumber: Harian Manado)

KlikMANADO – Dosen Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Abrar Saleng menegaskan, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di Sulawesi Utara (Sulut) pada dasarnya tidak memiliki keuntungan.

Sebagaimana dilansir Harian Manado pada Kamis (4/7/2019), Saleng berpendapat, dengan alasan apapun, tidak ada keuntungan untuk membiarkan aktivitas ilegal.


Alasan pertama, kata dia, aktivitas ini tidak memiliki kontribusi ke negara. Alasan berikutnya, tidak bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan dan keselamatan kerja, keamanan dan sebagainya. “Kemudian, PETI itu tidak ada kepastian. Karena diobok-obok aparat penegak hukum,” bebernya.


Makanya, dia berpendapat, PETI harus dibuat menjadi legal. “Selama berstatus PETI, itu tidak legal. Jadi status legal tidaknya itu ada di penegak hukum. Karena pengusaha atau siapapun yang terlibat dalam PETI akan jadi bulan-bulanan (penegak hukum). Hari ini ditangkap, esok lepas, begitu sebaliknya. Yang untung penegak hukum, bukan rakyat, bukan penambang,” ujar Saleng.


Selain itu, lanjut dia, dengan legalnya penambangan emas, semua akan merasakan keuntungannya, mulai dari negara, pengusaha, penambang hingga rakyat. “Jadi PETI harus dilegalkan. Kalau tidak ada pertambangan, tidak ada keuntungan. Hasil alam akan mubazir,” tekannya.


Meski demikian, pelegalan PETI harus sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah dan pengusaha harus aktif. “Pelegalan PETI harus dengan persyaratan-persyaratan administrasi dan lingkungan. Pemerintah dan pengusaha harus aktif. Semua harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan melangkahi aturan,” tandasnya.


(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply