Soal Situasi Bangsa Saat Ini, Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan Serukan Empat Hal Ini

Soal Situasi Bangsa Saat Ini, Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan Serukan Empat Hal Ini
Konferensi Pers Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan. (Sumber: istimewa)

KlikMANADO – Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan memberikan empat seruan berkaitan dengan respon masyarakat dan elit politik akhir-akhir ini, yang dinilai didominasi provokasi dan mobilisasi menuju delegitimasi keputusan KPU secara inkonstitusional.

Perwakilan Pemuda Muslim Doddy Abdallah Ngurawan mengungkapkan, Pemilu 2019 yang menggunakan lima surat suara bagi sekira 192 juta pemilih di lebih dari 800 ribu TPS, telah berjalan baik.


Makanya, kata dia, meski dengan kompleksitas tinggi tersebut, Pemuda-Pemuda Lintas Iman dan Kepercayaan tetap mengapresiasi usaha setiap pihak yang terlibat. “Apalagi saat ini kita telah mengetahui hasil rekapitulasi perhitungan suara,” ujarnya, sebagaimana rilis yang diterima KlikNews, pada Selasa (21/5/2019).


Meski demikian, dia menilai setiap kekurangan dan keterbatasan Pemilu serentak tahun ini perlu dievaluasi, demi terwujudnya tatanan demokrasi yang semakin baik. “Proses evaluasi yang baik tentunya mesti dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan tetap dikawal dan diawasi oleh kita bersama,” ungkapnya.


Sementara itu perwakilan Pemuda Kristen Abdiel Fortunatus mengungkapkan, seruan “Merekat, Jangan Meretak; Jaga Lisan, Jaga Tulisan, Jaga Indonesia” muncul setelah melihat respon masyarakat dan elit politik akhir-akhir ini. Dia menilai, respon itu didominasi provokasi dan mobilisasi yang mengarahkan pada delegitimasi keputusan KPU secara inkonstitusional.


Adapun empat seruan Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan adalah:


“Bagi Peserta Pemilu yang menemukan catatan atas penyelenggaraan Pemilu diharapkan dapat menempuh upaya penyelesaian melalui mekanisme sebagaimana yang telah diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.”

“Dukungan kepada KPU, Bawaslu dan DKPP yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pesta demokrasi sesuai amanat konstitusi.”

“Dukungan kepada aparat TNI-Polri untuk menjamin keamanan pascapengumuman hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU sesuai dengan amanat UU dan prosedur yang berlaku.”

“Bagi seluruh elemen masyarakat umum dan orang muda khususnya, untuk bersama-sama menjaga ketentraman dan keutuhan bangsa dengan tidak mengeluarkan ujaran (jaga lisan), tidak menuliskan hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (jaga tulisan) yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat (jaga Indonesia).”


“Seruan ini guna mendorong peran aktif kita bersama dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat, terutama pascapengumuman hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu serentak 2019 oleh KPU,” pungkas Abdiel.


Sekadar informasi, Pemuda-Pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan terdiri dari Forum Temu Kebangsaan Orang Muda, Biro Pemuda dan Remaja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (BPR PGI), Student Peace Institute (SPI), Jaringan Gusdurian (JGD), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) Cabang Jakarta Barat, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) DKI Jakarta, Dewan Pengurus Nasional Parisadha Hindu Dharma Indonesia (DPN Peradah), PW Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta Raya, Korwil Brigade Pelajar Islam Indonesia (B-PII) Jakarta, Komisi Kepemudaan KWI, Serikat Jurnalistik untuk Keberagaman (Sejuk), dan Dewan Pengurus Nasional Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (DPN PAKIN).


Adapun para pemuda yang tergabung dalam ormas ini adalah Doddy Abdallah Ngurawan (Islam), Falah Taufiqurahman (Islam), Destiana Rahmasari (Kristen), B Bestianto Manjaw (Katholik), Abdiel Fortunatus T (Kristen), Aldi Destian Satya (Khonghucu), Billy (Buddha), Iluh Savitri (Hindu), dan Sugiyarto (Hindu).


(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply