Sempat Mengungsi Pascagempa M 6,8, Warga Banggai Sudah Pulang ke Rumah

Sempat Mengungsi Pascagempa M 6,8, Warga Banggai Sudah Pulang ke Rumah
Warga Mulai Pulang Rumah setelah sempat mengungsi pascagempa M 6,8. (Sumber: Humas BNPB)

KlikSULUT – Situasi warga di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, kembali kondusif, Sabtu (13/4/2019) pagi, setelah semalam diliputi kekhawatiran usai daerah tersebut diguncang gempa berkekuatan M 6,8 pada pukul 19.40 Wita.

Sebagaimana rilis Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima KlikNews, sebagian masyarakat yang mengungsi sudah pulang ke rumahnya, sebagaimana pantauan Pusat Pengendali Operasi BNPB.


“Kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilis tersebut.


Sutopo mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai melaporkan bahwa terdapat 1.300 Kepala Keluarga (KK) penyintas yang tersebar di empat titik, pada Sabtu (13/4/2019) pukul 07.00 Wita.


“Penyintas di empat titik yaitu halaman kantor bupati, Masjid An-Nur kompleks perkantoran, Gedung DPRD dan kantor polres telah kembali ke rumah mereka. Penyintas pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian diantar oleh BPBD,” bebernya.


Dia menambahkan, meski peringatan dini tsunami sudah diakhiri beberapa waktu setelah gempa, pihaknya yang berada di lapangan tetap kesulitan meyakinkan masyarakat. “Apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap di pengungsian,” sambungnya.


Sekadar informasi, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,9 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,8 telah mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah.


Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.


BMKG menyampaikan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMGK menduga, struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.


(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply