Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, Ketua Bawaslu Bolmut Akui Kesalahan

Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, Ketua Bawaslu Bolmut Akui Kesalahan
Suasana sidang. (Sumber: KlikNews)

KlikSULUT – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik, yang diduga dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dan diadukan Ketua DPC LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Bolmut Fardhan Patingki, di Aula KPU Sulut, Jumat (8/2/2019).

Agenda sidang perdana ini adalah mendengarkan pokok pengaduan pengadu dan jawaban para teradu, yang terdiri atas seluruh personel Bawaslu Bolmut.


Sebagaimana pantauan KlikNews, sidang ini dipimpin langsung Pimpinan Majelis Sidang DKPP Ida Budhiati, anggota DKPP bersama Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Sulut Ferry Daud Liando (Unsur Masyarakat), Mustarin Humagi (Bawaslu) dan Yessy Momongan (KPU).


Sidang dimulai dengan pertanyaan pimpinan sidang kepada pihak pengadu perihal perkara yang diadukan, kemudian memberikan pertanyaan kepada pihak teradu.


Dua pertanyaan berturut-turut diajukan pimpinan majelis sidang kepada pihak pengadu dan teradu, dan selanjutnya memberikan kesempatan bagi pihak teradu untuk menyanggah apa yang diadukan pihak pengadu.


Adapun pengaduan Penjara Bolmut, diketahui dilakukan setelah laporan yang diberikan pihaknya kepada teradu terkait kampanye politik uang dari salah satu caleg Partai Gerindra, tidak digubris.


“Pada tanggal 29 Oktober teman-teman dari LSM Penjara telah melakukan investigasi di salah satu kecamatan di Bolmut dan kami menemukan adanya kampanye politik yang diduga dilakukan oleh caleg dari Partai Gerindra atas nama ibu Masna Taher,” ujar Fardhan Patingki, Ketua DPC LSM Penjara Bolmut.


“Dan selanjutnya kami melaporkan pada tanggal 30 Oktober ke Bawaslu Bolmut. Nah pada saat itu teman-teman dari Bawaslu seharusnya melakukan kajian awal dalam waktu tiga hari, dan apabila dalam waktu tiga hari tidak memenuhi syarat formil dan materil, maka kita sebagai pelapor disampaikan secara tertulis,” jelas dia lagi.


“Dan kemudian dibuatkan hasil kajiannya, lalu ditampal di papan pengumuman. Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh teman-teman bawaslu,” sambungnya.


Sementara itu, Ketua Bawaslu Bolmut Moh Irianto Pontoh mengakui akan kesalahan yang telah dilakukannya bersama anggota Bawaslu Bolmut lainnya.


“Ada hal yang bukan kami sengaja, dan mungkin ada kekhilafan, karena pada satu bulan sebelumnya, kami menangani penyelesaian sengketa dari 13 peserta pemilu,” ungkapnya.


“Jadi mungkin di sinilah energi kami telah terkuras habis, sehingga ada hal-hal yang kami buat, yang prinsipnya mendasar itulah yang mungkin lupa kami buat,” pungkasnya.


Sekadar informasi, berdasarkan pokok pengaduan, para teradu diduga melanggar kode etik penyelenggara pemilu, di antaranya tidak melakukan kajian awal serta tidak menindaklanjuti laporan LSM Pejara Bolmut, sesuai ketentuan Pasal 9 ayat (1), (2), (3), (4) dan (5) Peraturan Bawaslu Nomor 7 tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan laporan Pelanggaran Pemilihan Umum. Sidang ini menghadirkan saksi dari Staf Khusus Bawaslu Bolmut Rocky Mansyur.


(Rifa Datunugu)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply