Ini Dia Cerita Menarik di Balik Banjir dan Tanah Longsor Manado, Jumat Lalu

Ini Dia Cerita Menarik di Balik Banjir dan Tanah Longsor Manado, Jumat Lalu
Upaya evakuasi yang dilakukan Basarnas. (Sumber: Basarnas Sulut)

KlikMANADO – Kejadian bencana, banjir maupun tanah longsor, yang terjadi pada Jumat (1/2/2019) ternyata tidak hanya menyisakan kisah pilu bagi para korban. Ternyata ada juga cerita menarik yang muncul di balik peristiwa dahsyat tersebut.

Entah sengaja atau tidak, belum pula diketahui tujuannya, cerita-cerita yang dimunculkan itu disebut bisa membuat kita tersenyum dan geleng-geleng kepala. Berikut cerita menarik tersebut.


Air So Ba Salam

Ini adalah pernyataan yang biasa dilontarkan warga di pinggiran Sungai Tondano, saat air mulai memasuki halaman rumah. Bahkan, istilah ini tak jarang ditulis di dinding pemilik akun facebook, yang ditimpa banjir.


Jika istilah ini sudah dikatakan, maka penghuni rumah pun akan semakin mempercepat upaya penyelamatan barang-barang berharganya. Kalimat ini seakan menjadi kode bahwa banjir benar-benar akan menggenangi rumahnya.


Imbauan Bagi Caleg


Beberapa jam setelah kejadian banjir dan tanah longsor di Manado, tiba-tiba beredar imbauan bagi para caleg, di media sosial seperti facebook maupun grup-grup WhatsApp.


Menariknya, imbauan tersebut, jika dibaca sekilas, hanya bersifat candaan. Namun sebenarnya muatannya sarat makna. Ya, banjir dan tanah longsor kali ini terjadi beberapa bulan sebelum masa pencoblosan Pemilu, pada 17 April 2019 nanti.


Salah satu imbauan yang sempat viral adalah: “Himbauan, Buat para Caleg yg Masih Di Atas Baliho. Untuk kiranya Segera Turun Dari Baliho membantu Masyarakat Manado“.


Hoax Dimana-mana

Saat bencana terjadi, informasi yang tepat dan akurat seharusnya diedarkan di masyarakat. Namun sayangnya, hampir di setiap kejadian bencana, hoax justru bersebaran dimana-mana.


Sangat disayangkan bukan? Para korban yang sedang bercampur emosinya, semakin dibuat takut dengan hoax yang beredar. Hal inilah yang seringkali membuat banyak korban yang berjatuhan.


Berebut Bantuan

Aksi berebut bantuan memang biasa di lokasi bencana, dimana pun itu, khususnya saat bencana belum lama terjadi. Namun bagaimana jika yang berebutan itu adalah warga yang secara kerusakan, tidak parah, alias hanya tergenang saja.


Sebagaimana pantauan KlikNews di sejumlah titik, seringkali ditemukan warga yang rumahnya hanya tergenang air dan tidak mengalami kerusakan, justru berusaha mendapatkan bantuan terlebih dahulu.


Sayang bukan? Bantuan yang seharusnya didapatkan lebih dulu oleh mereka yang benar-benar sangat membutuhkan, justru lepas di tangan warga yang tidak begitu membutuhkan. Tapi seperti itulah kenyataannya saat bencana terjadi, setiap orang merasa dirinya sangat membutuhkan bantuan.


(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply