Adrian Tapada: Golkar Sulut Tak Siap Hadapi Pemilu

Adrian Tapada: Golkar Sulut Tak Siap Hadapi Pemilu
Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut Adrian Tapada. (Sumber: KlikNews)

KlikSULUT – Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut Adrian Tapada menilai, Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) belum siap menyaingi partai lain dalam perolehan kursi di DPR RI, pada Pemilu 2019 nanti.

Bahkan, menurut dia, kursi DPR RI yang akan diraih Golkar Sulut tidak akan mencapai target yang diinginkan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, yakni lebih dari dua kursi. Dia mengaku, prediksinya itu bukan tanpa alasan.


“Saya melihat Ibu Ketua DPD tidak pernah melibatkan semua kader atau caleg DPR RI. Dia selalu hanya membawa anaknya saja. Sebagai ketua DPD, dia tidak boleh begitu,” ungkapnya, saat ditemui di Bandara Sam Ratulangi, beberapa waktu lalu.


“Mereka membuat rakerda-rakerda seperti dirahasiakan. Tidak pernah memberitahukan caleg-caleg DPR RI yang lain. Padahal kita punya enam caleg. Dia hanya membawa anaknya (AJP) yang caleg. Ini kan tidak baik, Ketua DPD apa ini. Apalagi targetnya dua plus. Ini kan mimpi, tidak mungkin,” ketusnya.


Tidak hanya itu, lanjut dia, sejumlah tokoh dan kader Golkar juga mempertanyakan keberadaan caleg DPR RI Nomor Urut 4, AJP. “Mereka mengatakan bahwa dia tak pernah berjuang di Golkar, tiba-tiba muncul dan dipaksakan oleh Ketua DPD I PG SULUT jadi Caleg,” tambahnya.


Apalagi, lanjut dia, sosok AJP sebenarnya telah ditolak Tim Seleksi Caleg DPP, khususnya Emir Baramuli. “Karena tidak ada pembobotan sama sekali, namun dengan upaya mamanya, AJP berhasil lolos sebagai Caleg,” jelasnya.


Makanya, sambungnya, saat ini banyak kader Partai Golkar yang harus memilih lompat pagar ke partai lain. “Banyak kader yang loncat pagar. Karena partai ini dikelola seperti milik sendiri. Dan ini sudah terbukti,” tegasnya.


Dia melanjutkan, jika menginginkan target dua plus kursi DPR RI tercapai, semua caleg itu harus dilibatkan untuk menaikkan popularitas mereka. “Ini kan repot. Jadi tidak mungkin,” katanya. “Sementara di internal kepengurusan partai, hanya segelintir orang saja yang menjalankan partai ini. Saya lihat sekretaris itu kurang dilibatkan, yang menjalankan itu bendahara,” bebernya.


Meski demikian, dia mengaku, apa yang diungkapkannya tersebut bukan kata-kata pesimis. “Masih ada waktu untuk memperbaikinya. Caleg-caleg yang ada harus dibantu untuk benar-benar diperkenalkan kepada masyarakat. Saya akan lawan dan DPP harus melihatnya,” tegasnya, lagi.


“Dalam menghadapi Pemilu 2019 ini, para tokoh Golkar di Sulut seharusnya diundang untuk dimintai masukan. Jangan hanya mengandalkan finansial saja. Ini tidak baik,” sambungnya.


Dia pun berharap, perbaikan di tubuh Partai Golkar Sulut bisa segera dilakukan, agar target raihan kursi DPR bisa dicapai sesuai harapan semua kader partai.


(Sahril Kadir)

Baca Juga :  Sah Memenuhi Syarat, PSI Apresiasi KPU Talaud
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply