Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, Gerakan Kopra Sulut Akan Ambil Tindakan Hukum

Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, Gerakan Kopra Sulut Akan Ambil Tindakan Hukum
Humas aksi Gerakan Kopra Sulut. (Sumber: KlikNews)

KlikSULUT – Unjuk rasa yang digelar Gerakan Kopra Sulut di halaman Sekretariat DPRD Sulut selama kurang lebih empat jam, pada Senin (27/11/2018) kemarin, berakhir ricuh.

 

Bahkan, sebagaimana diungkapkan Humas Aksi Yahya Eko, kejar-kejaran antara aparat kepolisian, staf DPRD Sulut, dan massa aksi pun tak terhindarkan hingga ke jalan raya, terjadi dua kali.

 

“Yang pertama, di awal Pak Billy (Billy Lombok) menyampaikan massa aksi, yakni adanya kesepakatan antara massa aksi dan pak Billy untuk hearing bersama,” sebutnya.

 

“Kesepakatan yang terjadi semua massa diperbolehkan untuk masuk ke dalam gedung DPRD dengan catatan yang bicara itu hanya perwakilan-perwakilan, namun saat massa aksi hendak masuk itu dihalangi oleh pegawai dan pihak kepolisian, maka terjadilah perselisihan,” kata Yahya.

 

“Padahal di titik ini kami untuk aksi damai, tidak ada unsur-unsur untuk anarkis. Tapi kemudian ada hal-hal yang diprovokasi untuk aksi massa ini,” sambungnya.

 

Menurut dia, aksi bakar ban yang dilakukan massa adalah simbol bahwa di desa-desa, tempat “fufu kopra” tidak lagi berasap.

 

“Jadi pembakaran ban terjadi sebagai bentuk protes kami. Selain bakar ban, di dalam ban tersebut kami sisipkan kelapa sebagai bentuk jika di tempat “fufu kopra” di desa-desa sana sudah tidak berasap lagi, maka dewan yang selama ini diam, harus melihat bagaimana asap dari kelapa itu,” tegasnya.

 

“Yang miris setelah tuntutan kami diterima, dan DPRD membuat MoU untuk menerima kesepakatan dengan massa aksi untuk menerima dan mengeksekusi apa yang menjadi tuntutan, saat serah terima berlangsung, ibu dari DPRD memimpin doa dan saat doa berlangsung terjadi provokasi dari pihak pegawai sehingga membuat bentrok antara pegawai dengan massa aksi termasuk juga antara massa aksi dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

 

“Kami menyesali di sini, moral dan etika dari pegawai, apalagi bekerja untuk dewan perwakilan rakyat. Harusnya mereka bisa tahu konteksnya tidak melanggar etika yang sebagaimana mestinya, apalagi dalam konteks sedang berdoa, kita sebagai sesama umat beragama, dalam titik ini kita sangat menyesalkan, karena dalam hal ini ada beberapa korban. Bahkan ada yang berdarah-darah sampai tidak bisa jalan karena diinjak-injak,” terang dia lagi.

 

“Dalam hal ini kami akan melakukan tindakan secara hukum mempertegas dan akan menuntut secara hukum. Untuk korban sampai saat ini belum bisa kami hitung karena ada banyak, dan yang lain masih ada yang lari belum bisa kembali karena krtakutan,” ungkap mantan Ketua Cabang Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Manado.

 

Sementara itu, Kapolresta Kota Manado FX Kumara memberikan tanggapan terkat aksi demo massa yang terkesan ricuh itu. “Saya dalam evaluasinya, pengamanan selalu kita persiapkan dengan baik. Untuk evaluasi namanya pengamanan unjuk rasa itu kita menghindari chaos antara massa yang kita layani. Jadi usahakan tidak ada chaos antara yang melayani dan dilayani,” ujar Kumara.

 

“Untuk itu kalau penyampaian pendapat juga harus dengan perizinan yang lengkap, dan persyaratan yang lengkap, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,” terang dia lagi.

 

Dirinya mengatakan bahwa dirinya menerima surat izin untuk demo hanya di DPRD Kota Manado. “Saya memerintahkan tim saya agar melakukan pengamanan di DPRD Manado, tapi ternyata mengarah di Kantor DPRD Sulut, karena massa itu hanya jadi gak kelihatan. Jadi pas kita tahu massa menuju ke sini, maka kami langsung melakukan pengamanan di sini,” jelas Kumara.

 

Terkait pembakaran ban, Kumara menjelaskan bahwa dalam perizinan alat yang dibawa massa, tidak disebutkan akan adanya pembakaran ban. “Unjuk rasa itu mereka hanya menyampaikan pendapat, contoh mereka melakukan perizinan menggunakan baliho, dan tidak adanya perizinan menggunakan ban untuk dibakar, karena memang tidak ada, ya tidak boleh digunakan,” tegasnya.

 

(Rifa Datunugu)

Baca Juga :  Gerakan Kopra Sulut 'Goyang' DPRD Sulut
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply