Gerakan Kopra Sulut ‘Goyang’ DPRD Sulut

Gerakan Kopra Sulut ‘Goyang’ DPRD Sulut
Suasana aksi. (Sumber: KlikNews)

KlikSULUT – Gerakan Kopra Sulut yang terdiri dari sejumlah organisasi kemahasiswaan di Sulut menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Sulawesi Utara, Senin (26/11/2018).

 

Diketahui, unjuk rasa tersebut dilakukan dengan membawa lima tuntutan terkait kondisi harga kopra di bumi nyiur melambai ini. Tuntutan tersebut adalah DPRD Provinsi Sulawesi utara harus mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar segera menstabilkan kembali harga kopra.

 

Tuntutan berikut adalah Pemerintah daerah Sulawesi Utara harus membuat regulasi peraturan daerah (Perda) untuk mengontrol harga komoditas pertanian (Kopra).

 

Pemerintah juga dituntut harus menghadirkan BUMD untuk mengelola dan memproduksi hasil pertanian (kopra) sebagai bentuk industrialisasi di sektor pertanian.

 

Selanjutnya, pemerintah harus memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil produksi lokal “seperti minyak kelapa kopra”. Dan pemerintah harus mempertegas sistem ekonomi bangsa dengan kembali pada Pasal 33 UUD I945.

 

Sementara itu, sebagaimana pantauan KlikNews, massa aksi tampak memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Sulut, namun masih bisa dicegat oleh pihak kepolisian di depan pintu, sehingga mereka terus menyuarakan aspirasinya di halaman gedung DPRD Sulut. Massa pun kemudian melakukan aksi bakar ban sambil bernyanyi.

 

Aksi itu akhirnya mendapat reaksi dari Sekretaris DPRD Sulut Bartholomeus Mononutu bersama staf, dengan mambawa air untuk menyiram api yang telah berkobar tepat di halaman Kantor DPRD Sulut.

 

Aksi itu pun kembali mendapatkan perlawanan dari mahasiswa. Mereka menghadang upaya Mononutu, dengan membuang air tersebut. Aksi saling dorong antara massa dengan Sekretaris DPRD Sulut beserta staf pun tak terhindari.

 

Sekira sejam melakukan aksi, perwakilan massa akhirnya diajak anggota DPRD Sulut Billy Lombok untuk masuk ke dalam ruangan DPRD Sulut. Namun massa menginginkan agar semua yang hadir bisa masuk.

Baca Juga :  Gunung Agung Siaga, Pariwisata Bali Tetap Aman

 

Akibatnya, di depan pintu masuk, aksi saling dorong dengan petugas kepolisian pun kembali terjadi. Aksi saling dorong ini terlihat membuat beberapa mahasiswa terjatuh dan harus turun kembali ke halaman.

 

“Kami meminta kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib rakyat jelata. Bagaimana kami bisa membiayai kuliah, jika harga kopra sangat merosot,” teriak mahasiswa.

 

“Sudah cukup rakyat dizalimi, kini saatnya kami menyuarakan aspirasi rakyat,” teriak mahasiswa lagi.

 

Sementara itu, Billy Lombok sebagai anggota DPRD Komisi III menanggapi aksi mahasiswa. “Kita di sini tidak ada yang beda, semua sama. Aksi yang dilakukan oleh sekwan tadi merupakan bagian pertanggungjawaban kantor untuk menjaga kantor ini,” ujar Billy.

 

“Kami hanya meminta kepada kalian untuk bisa membawa perwakilan agar bisa berdiskusi di dalam ruangan,” kata dia lagi.

 

“Saya juga lahir dari anak tani, jadi saya merasakan apa yang teman-teman alami,” ketusnya.

 

Tanggapan dari Billy Lombok mendapat teriakan dari mahasiswa. Massa tetap bersikeras agar semua bisa masuk ruangan. Sementara itu pihak Sekretariat DPRD tetap hanya meminta utusan.

 

Sampai berita ini diturunkan, aksi mahasiswa masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari pihak keamanan.

 

(Rifa Datunugu)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply