Jussac Rumambi: Tarian Kawasaran Itu Sakral

Jussac Rumambi: Tarian Kawasaran Itu Sakral
Jussac Rumambi. (Foto: Facebook)

KlikMANADO – Ingin tahu tentang Tarian Kawasaran secara lebih detail? Berikut penjelasan pelaku dan pemerhati budaya Minahasa Jussac Rumambi, melalui KlikNews.

 

Menurut dia, sebenarnya Minahasa atau Sulawesi Utara sangat terbuka dalam hal budaya. “Jadi siapapun boleh berbudaya tentang kami,” ujar Jussac, Minggu (29/7/2018).

 

Namun, lanjut dia, Tarian Kawasaran sangat sakral bagi warga Minahasa. “Karena Kawasaran itu sendiri tidak boleh sembarangan,” kata pria yang kini aktif mengembangkan budaya Minahasa di luar Sulawesi Utara.

 

Dia menjelaskan, tarian ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena sudah berurusan dengan adat. “Bukan berurusan dengan tradisi lagi,” tambahnya.

 

Kawasaran

Jussac Rumambi. (Foto: Facebook)

 

“Adat selalu statis alias tidak bisa diubah-ubah. Sementara kebudayaan selalu bersifat dinamis atau mengikuti perkembangan zaman. Nah, Adat Minahasa itu bersifat statis,” tegasnya.

 

Kondisi tersebut, ungkapnya, tidak ada kaitannya dengan agama atau kepercayaan tertentu. “Karena dari zaman dahulu tidak ada kepercayaan lain selain kepercayaan kepada Sang Pencipta, semacam Animisme,” sambungnya.

 

“Sebab awal mula peradabaan Suku Minahasa tidak mengenal adanya Agama Nasrani maupun Muslim. Cuma mengenal akan Pencipta Alam Semesta saja, berdoa melalui beberapa media. Contoh media perantara, batu,” tandasnya.

 

Baca Juga :  Ini 5 Dasar kepercayaan Agama Suku Adat Malesung

 

(Sahril Kadir)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply