Minta DPT, Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat Bolmut Menggugat Ricuh

Minta DPT, Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat Bolmut Menggugat Ricuh
Komisioner KPU Bolmut saat memberikan penjelasan kepada warga. (Foto: KPU Bolmut)

KlikBOLMUT – Ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bolmut Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Sekretariat KPU Bolmut, Rabu (17/7/2018) kemarin, berakhir ricuh.

 

Aparat kepolisian terpaksa harus membubarkan massa aksi secara paksa dengan gas air mata dan tembakan peringatan, setelah sempat terjadi bentrokan dan pelemparan batu ke arah Sekretariat KPU Bolmut.

 

Akibatnya, kegiatan verifikasi syarat calon legislator yang diajukan partai politik dan input data DPSHP/sidalih sempat terganggu.

 

Sebagaimana pantauan KlikNews, massa awalnya mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bolmut, pada pukul 13.00 hingga pukul 15.00 Wita.

 

Suasana unjuk rasa sebelum ricuh. (Foto: KPU Bolmut)

 

Dari kantor tersebut, mereka menuju Sekretariat KPU Bolmut dan menggelar orasi. Dalam orasi, terungkap bahwa massa unjuk rasa tersebut membawa aspirasi.

 

Mereka menduga, telah terjadi hal-hal yang tidak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, dalam proses Pilkada Bolmut. Di antaranya adalah bahwa logistik Pilkada di Kecamatan Sangkup tidak sesuai atau bersebaran. Selain itu, terjadi pergantian Ketua KPU Bolmut saat H-1 pilkada. Massa pun meminta daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada Bolmut, yang dinilai bermasalah.

 

Sementara itu, Ketua KPU Bolmut Lukman Damaisaki didampingi komisioner KPU Sulut Meydi Tinangon memberikan penjelasan terkait aspirasi warga itu. “Logistik telah didistribusikan sesuai aturan. Penggantian ketua terjadi karena ada pengunduran diri ketua yang lama Faisal Husin, dan DPT telah ditetapkan sesuai prosedur peraturan perundangan-undangan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan dilakukan secara terbuka,” ujar Ketua KPU Bolmut Lukman Damaisaki.

 

Senada diungkapkan Meydi Tinangon. Menurut dia, DPT telah ditetapkan secara terbuka. Meydi pun mencoba untuk menenangkan massa.

 

Sayangnya, massa tampak menuntut agar data DPT hasil pleno diserahkan KPU Bolmut, dan diiyakan dengan mempersilakan utusan untuk mengambil data sesuai prosedur Pelayanan Informasi Publik di dalam kantor.

 

Setelah keluar dari gedung sekretariat dan kembali bergabung dengan massa, Korlap menginstruksikan massa untuk masuk ke dalam gedung.

 

Massa pun memaksa masuk dan terjadi aksi dorong antara massa dengan aparat kepolisian. Akhirnya bentrokan tak dapat dihindari. Massa akhirnya dibubarkan dengan gas air mata dan tembakan peringatan.

 

(Rifa Datunugu)

 

Baca Juga :  Ini Daftar Bacaleg DPRD Sulut yang Diajukan Tiga Parpol Besar
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply