HUT ke-395, Ini yang Perlu Anda Tahu tentang Manado

HUT ke-395, Ini yang Perlu Anda Tahu tentang Manado
Tampilan Jembatan Soekarno yang kini menjadi ikon Kota Manado. (Foto: Youtube)

SABTU (14/7/2018) hari ini, Kota Manado genap berusia 395 tahun. Perayaan dalam berbagai bentuk pun dilakukan pada saat ini. Mulai dari upacara bendera, sidang paripurna, pesta rakyat, hingga berbagai lomba di sejumlah kelurahan.

 

Sayangnya, sebagai warga Manado, kita terkadang lupa akan banyak hal soal kota yang saat ini dinakhodai oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan.

 

Padahal, kebanggaan terhadap ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini patut diikuti pula dengan pengetahuan tentangnya, dari berbagai aspek. Sehingga kebanggaan tersebut tidak hanya sekadar maya saja, melainkan fakta.

 

Berikut kami sajikan sejumlah informasi tentang Manado yang wajib diketahui.

 

Kota Terbesar Kedua di Pulau Sulawesi

Pemerintah Kota Manado melalui website resmi manadokota.go.id, mengklaim bahwa Kota Manado merupakan kota terbesar kedua, setelah Makassar, di Pulau Sulawesi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Manado, saat ini Manado memiliki luas 157,26 KM persegi.

 

Sejumlah blog juga menyebutkan bahwa Kota Manado menjadi yang terbesar karena memiliki garis pantai sepanjang 18,7 KM, dengan wilayah perairan yang meliputi Pulau Bunaken, Siladen dan Manado Tua.

 

Selain itu, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini terhitung sudah semakin maju dengan pesatnya pembangunan dalam berbagai bidang. Saat ini juga, Manado sudah dilirik oleh para investor sebagai ladang yang bagus untuk berinvestasi.

 

Perayaan HUT Kota Manado Perdana

Tahun ini Kota Manado genap berusia 395. Tapi tahukah Anda, bahwa perayaan HUT kota ini baru digelar untuk yang pertama kalinya pada tahun 1989, sebagaimana disebutkan dalam website resmi Pemkot Manado.

 

Disebutkan, ada tiga momentum bersejarah yang menjadi alasan dijadikannya 14 Juli sebagai HUT Kota Manado. Pertama, tanggal 14 yang diambil dari tanggal peristiwa heroik Merah Putih, dimana putra daerah banyak yang ikut terlibat bangkit dan menentang penjajah Belanda, dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Adapun Bulan Juli diambil dari unsur yuridis. Yaitu bulan saat munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan. Penetapan itu dikeluarkan pada Juli 1919.

 

Sedangkan tahun 1623, yang disebut sebagai tahun lahirnya Manado, diambil dari unsur historis. Tahun inilah Kota Manado mulai dikenal dan bahkan digunakan dalam surat-surat resmi.

 

Asal Nama Kota Manado

Kata Manado bukan berasal dari bahasa luar, melainkan bahasa lokal dari sub etnis di Sulawesi Utara. Namun penyebutannya, seringkali berbeda, sesuai dengan lidah masing-masing. Dalam bahasa tua Tombulu disebut Manaror, sub etnis Tontemboan menyebutnya Manarow, etnis Sangihe menyebutnya Manaro.

 

Penyebutan Manado oleh bangsa luar, juga berbeda-beda. Orang Portugis menyebut Moradores, orang Spanyol mengatakan Manados. Sedangkan seorang Pendeta asal Belanda yang bertugas di Tanawangko dan Sonder, Nicolaas Graafland, dalam bukunya, menyebut Manado dengan kata Manadorezen.

 

Manado di Peta Dunia

Nama Manado tercantum dalam peta dunia, pada tahun 1541. Adalah Nicolaas Desliens, orang Eropa asal Prancis, yang mencantumkannya. Berdasarkan peta inilah bangsa Portugis dan lain sebagainya mendatangi tanah Manado, yang saat itu menjadi bagian dari Minahasa.

 

Baca Juga :  Ini Daftar Bakal Calon Anggota DPD Sulut yang Resmi Mendaftar di KPU

 

Baca Juga :  DPD 'Subkontraktor' DPR

 

(redaksi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply