Demokrasi…!!! Menguntungkan atau Merugikan Rakyat

Demokrasi…!!! Menguntungkan atau Merugikan Rakyat
Penulis: Irawan Rahman, Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Otonomi Daerah PB KPMIBU Bolmong Utara

DARI berbagi sistem pemerintahan, demokrasi hingga kini dinilai memberikan peluang besar kepada rakyat untuk berpartisipasi di dalamnya, dengan rumusan Abraham Lincoln yang terkenal, “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

 

Ini berarti rakyatlah yang berdaulat, berkuasa, memiliki negara, memiliki kekayaan alam, dan berhak menentukan segala hal dalam kehidupan bernegara.

 

Berbagai impian rakyat pun melambung tinggi, membayangkan enaknya jadi sang penentu, bangga memiliki kedudukan tinggi dan diakui, yang memiliki negara dan kekayaan alamnya. “Ini Negara demokrasi, rakyat jadi penguasa dan elit yang jadi pelayannya”.

 

Namun impian itu segera hancur, manakala rakyat menjalankan kedaulatannya. Rakyat harus mewakilkan kepada orang-orang yang “dipercaya”. Sifat “dipercaya” inilah biang keladi pertama atas kemalangan, kesengsaraan, ketidakadilan, terbuang dan matinya rakyat karena kelaparan dan kemiskinan.

 

Ini fakta, dan siapapun bisa menyaksikan dalam liputan televisi maupun orang-orang di sekitar kita yang selalu merintih kesakitan karena tak mampu berobat, tak tahu sekarang makan apa dan bagaimana pendidikan anaknya.

 

Ini disebabkan hampir seluruh politisi mengidap penyakit pragmatisme yang bertumpu pada kepentingan partai dan dirinya sendiri. Maka sangat sulit saat kondisi penentuan keputusan atau kebijakan yang selalu berimplikasi pada posisinya dalam kekuasaan lebih memikirkan kepentingan rakyat dari pada partai dan dirinya sendiri.

 

Maka pilihan pragmatis pun biasanya ditiru rakyat, mendukung siapa yang membayar paling banyak. Yang berkembang kemudian tidak lain jual-beli suara dalam setiap pemilu legislatif, pilkada, pilgub maupun pilpres. Akhirnya penguasa yang jadi melakukan jual-beli berlanjut dengan rakyat.

 

Subsidi akan segera hilang, bantuan gratis akan berganti berbunga ringan dan akan ada perusahaan besar yang selalu memberi komisi atas penjualan aset-aset negara dengan harga murah.

Baca Juga :  Pelayanan Nasabah di CIMB Niaga Manado Dikeluhkan

 

Orang-orang yang dipercaya hanya takut bila ketahuan, tak takut khianat amanat, tak takut bencana dan tak takut dosa. Pikirnya, bila dilakukan bersama-sama maka akan semakin lama dinikmati sekaligus sulit dibuktikan.

 

Ada ritual khusus dalam sebuah rezim korup, bila dirasa akan ketahuan atau terbongkar maka perlu dilakukan ritual korban kambing hitam untuk memutus mata rantai yang menyeret ke penjara bersama-sama. (Baca halaman selanjutnya)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply