Gerakan 1.000 Lilin Untuk Indonesia di Manado, Teroris Harus Dihukum Mati

Gerakan 1.000 Lilin Untuk Indonesia di Manado, Teroris Harus Dihukum Mati
Gerakan 1.000 lilin di Manado. (Foto: KlikNews)

KlikMANADO – Sebagai ungkapan simpati dan kecaman terhadap aksi teror bom di Surabaya, yang terjadi beberapa hari lalu, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat di Kota Manado menggelar Gerakan 1.000 lilin, di depan Markas Polresta Manado, Senin (14/5/2018) malam.

 

Hasil pantauan KlikNews, saat aksi berlangsung massa yang didominasi mahasiswa itu menyuarakan aspirasinya, di antaranya menuntut pemerintah untuk mempercepat pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Teror.

 

Sementara aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan yang sangat ketat di sekitar lokasi aksi. Terlihat juga sejumlah tokoh masyarakat, seperti Benny Ramdhani.

 

Benny menyatakan, masyarakat Sulawesi Utara harus ikut mendorong pemerintah mempercepat pembentukan RUU Anti Teror. “Sulawesi Utara harus menjadi daerah yang mendorong adanya gerakan nasional, memaksa parlemen hari ini agar segera bersidang kemudian mengambil keputusan untuk segera merevisi Undang-Undang penanganan terorisme,” tegas pria yang biasa disapa Bang Benny ini.

 

“Hampir satu tahun lebih revisi Undang-Undang ini dipeti eskan oleh parlemen. Saya meyakini bahwa ada kekuatan politik di parlemen yang memang tidak menghendaki Undang-Undang Penanganan Terorisme ini disahkan. Atau jangan-jangan politik yang memang berafiliasi kemudian memberikan perlindungan terhadap tumbuhnya, hidupnya sel-sel terorisme,” ketusnya.

 

Dia menambahkan, Sulawesi Utara juga harus mendorong adanya sanksi hukuman tembak mati bagi para teroris. “Sebab, hukuman kurungan badan, yang termasuk program the radicalism oleh BNPT, harus berani kita katakan gagal. Jangankan menghilangkan sel-sel terorisme, membuat pelaku insyaf saja tidak,” tegasnya, lagi.

 

Menurut dia, hukuman yang pantas diberikan kepada para teroris adalah hukuman mati. Jika bandar narkoba bisa kita hukum mati, kenapa teroris tidak,” timpalnya.

 

(Rifa Datunugu)

Baca Juga :  Kiamat 23 September Tertunda
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply