Kusu-Kusu dan Karakter Warga Sulawesi Utara

Kusu-Kusu dan Karakter Warga Sulawesi Utara
(Foto: KlikNews)

KUSU-KUSU tiba-tiba ramai jadi bahan lelucon para pengguna facebook akhir-akhir ini. Bahkan jika diperhatikan, kusu-kusu kini seakan menjadi trending topic di media sosial tersebut.

 

Tidak hanya itu, sekarang ini sebuah lagu dengan judul nama tanaman yang satu ini sudah muncul, dalam bentuk hip-hop Manado. Seakan menandingi lagu “Ada Weris” yang sempat meramaikan dunia hiburan Sulawesi Utara.

 

Seperti itulah warga Manado. Sesuatu serius pun bisa dijadikan hal yang menghibur, sehingga potensi konflik bisa diminimalisasi sedini mungkin.

 

Sepintas, jika diamati, siapapun yang turun ikut dalam pencarian Rully, driver yang diduga hilang, pasti merasa tidak nyaman dengan fakta bahwa si Rully pada akhirnya ternyata ditemukan di luar Sulawesi Utara, dalam keadaan selamat.

 

Ketidaknyamanan tersebut, asumsi kami, dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, di antaranya adanya perasaan telah dibohongi. Meski memang rasa ketidaknyamanan itu tidak dirasakan semua pihak.

 

Namun, sebenarnya ada fakta menarik yang bisa ditemukan dari kasus ini. Karakter warga Manado tergambar jelas pascakasus ini.

 

Pertama, bahwa warga Manado ternyata memiliki jiwa humoris yang tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya meme dalam bentuk tulisan, gambar dan video, yang bermunculan pascaditemukannya Rully.

 

Selain itu, lagu kusu-susu yang kini beredar menjadi bukti lain yang menguatkan tingginya jiwa humoris masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.

 

Kedua, bahwa warga Manado pada khususnya, memiliki rasa keprihatinan yang tinggi terhadap suatu perkara. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya komentar positif yang bermunculan.

 

Seakan, kekesalan perasaan negatif mereka bisa ditutupi dengan mudah oleh rasa prihatin yang muncul dalam sekejap setelah melihat suatu perkara dari berbagai aspek.

 

Ketiga, gotong royong yang sangat kuat. Setelah mendengar kabar hilangnya seseorang, banyak yang tergerak untuk ikut melakukan pencarian dalam waktu yang cukup lama.

 

Memang, pencarian tersebut didominasi oleh para driver online. Namun tidak sedikit pula warga biasa yang ikut membantu proses pencarian. Bahkan ada beberapa di antaranya yang harus memanfaatkan media sosial.

 

Ya, fakta yang ada itu sebenarnya memang telah menunjukkan karakteristik warga Sulawesi Utara secara umum, tanpa menafikan adanya karakter lainnya yang belum disebutkan.

 

Yang pasti adalah bahwa karakter positif tersebut harus terus dipelihara dan dirawat, sehingga identitas sebagai daerah teraman dan memiliki toleransi yang sangat tinggi, bisa terus terjaga.

 

(Redaksi)

 

Baca Juga :  Ketua WAO: Ada Hikmah di Balik Kasus Kusu-Kusu
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply