Paskibraka Manado Akhiri Tugas dengan Tangisan

Paskibraka Manado Akhiri Tugas dengan Tangisan
Paskibraka menangis haru. (KlikNews)

KlikMANADO – Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibraka) kelompok penaikan bendera pada upacara penaikan bendera merah putih tingkat Kota Manado, di Lapangan Sparta Tikala, Kamis (17/8/2017) pagi, akhirnya sukses menjalankan tugas.

 

Bahkan, saat paskibraka meninggalkan lapangan, mereka langsung disambut tepuk tangan warga yang berada di luar kawasan upacara. Tidak hanya itu, warga yang diketahui didominasi para orang tua, langsung mengiringi perjalanan mereka ke lokasi finish.

 

Menariknya, setibanya di titik finish, berdasarkan pantauan KlikNews, tiba-tiba terdengar teriakan dari beberapa anggota paskibraka. Dari dekat pun terlihat, mereka meluapkan rasa bangga dan harunya dengan berpelukan erat.

 

Beberapa diantaranya, terpantau menangis tersedu-sedu. Sementara beberapa Purna Paskibraka terdengar meminta mereka untuk tidak menahan tangisannya. “Menangis saja. Jangan ditahan,” salah satu salah satu Purna Firman Mustika.

Paskibraka memeluk kerabatnya. (KlikNews)

Paskibraka memeluk kerabatnya. (KlikNews)

Menurut dia, tangis haru usai kegiatan adalah hal lumrah. Pasalnya, mengibarkan bendera saat detik-detik proklamasi adalah tugas berat bagi siapa pun. “Selain tentu saja ada rasa grogi. Tugas ini tentu saja jadi sejarah bagi mereka,” ungkapnya.

 

Petugas pembawa baki Margie Gumogar mengaku, semua rasa bercampur aduk usai menjalankan tugas. “Bangga, senang, terharu, sampai sakit hati. Semua bercampur aduk,” kata dia.

 

Dia mengungkapkan, saat ini dirinya harus mampu menjadi teladan bagi semua generasi muda. “Cerita kita harus bisa bayar bersama dengan kegiatan-kegiatan positif, selain tetap berbakti kepada orang tua,” jelas siswa SMK Negeri 1 Manado ini.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut Hendra Zoenardjy menjelaskan, usai bertugas, Paskibraka ini berubah menjadi Purna Paskibraka.

 

“Paskibraka menjalankan tugas dengan puncaknya pada tanggal 17 Agustus. Setelah itu, status mereka berubah menjadi Purna Paskibraka,” terang dia.

Baca Juga :  Sulawesi Utara Istimewa di Mata Pemerintah Pusat

 

Dia pun mengaku bangga dan terharu melihat kesuksesan Paskibraka Kota Manado tahun ini. “Saya jadi teringat masa-masa di zaman saya dulu. Bangga bercampur haru,” aku dia.

 

Untuk diketahui, Paskibraka adalah pasukan pengibaran yang diambil dari siswa SMA dan SMK dan telah melalui seleksi mulai dari tingkat sekolah. (Ayi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. EsterAugust 17, 2017 at 1:47 pmReply

    17/08/2017 bukan 17/07/2017. Angka Bulannya salah minn. Ralatt

    • Author

      Redaksi KlikNewsAugust 17, 2017 at 10:05 pmReply

      terima kasih

Leave a Reply